JAKARTA RAYA-Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 yang akan digelar pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam pertemuan dengan panitia WMSJ di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (24/7/2025), Muzani menyebut bahwa acara kepramukaan tingkat dunia bernuansa keislaman ini merupakan kontribusi nyata dalam membentuk karakter pemuda serta memperkuat pesan perdamaian dunia.

“Acara ini bukan hanya penting bagi pendidikan nasional, tapi juga ajang internasional untuk menyampaikan pesan damai dari Indonesia kepada dunia,” ujar Muzani.

Politisi Partai Gerindra itu juga mengapresiasi WMSJ yang mengusung tema Asta Cita serta melibatkan berbagai elemen pesantren dan lembaga pendidikan. Ia menilai jambore dunia ini mendukung upaya pemerintah dalam pendidikan karakter dan pembangunan generasi muda yang berintegritas.

“Kegiatan ini mendukung stabilitas sosial dan pendidikan masyarakat. Ini bukan sekadar perkemahan, tapi bagian dari pembinaan bangsa,” tambahnya.

Muzani juga memberi penghargaan kepada para panitia WMSJ yang berasal dari kalangan guru dan alumni pesantren. Menurutnya, pengabdian di dunia pendidikan adalah perjuangan senyap yang membutuhkan dedikasi luar biasa.

“Bapak-bapak ini sedang mengukir di atas batu. Dunia pendidikan itu jalan panjang, dan harus dijalani dengan kesabaran,” tuturnya.

Ketua Panitia WMSJ, Riza Azhari, mengapresiasi dukungan Ketua MPR dan menyebut keterlibatan lembaga tinggi negara sebagai sinyal positif bahwa kegiatan kepemudaan dan keumatan mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Dukungan MPR RI menjadi penyemangat kami untuk menyukseskan acara ini. WMSJ adalah ruang kolaborasi internasional bagi pemuda muslim dan masyarakat global,” ujar Riza.

WMSJ 2025 akan diikuti lebih dari 15.000 peserta dari berbagai negara. Selain kegiatan kepramukaan, acara ini akan menghadirkan forum kepemudaan, pelatihan kemanusiaan, hingga pameran budaya Islam yang bersifat inklusif dan terbuka untuk publik.