JAKARTA RAYA, Bogor – Sebuah kisah tentang kesalahpahaman, empati, dan perdamaian menghiasi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cibinong, Bogor. Kasus dugaan penggelapan yang melibatkan seorang ASN di BPN Cibinong, ES, berakhir dengan solusi kekeluargaan yang menyentuh hati. Ario Yuniarto, pihak yang sebelumnya melaporkan kasus ini, memutuskan untuk mencabut laporannya di kepolisian, membuka lembaran baru yang diwarnai dengan pengertian dan maaf.

Ario mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya pertemuan yang penuh kehangatan pada Jumat, 22 Agustus 2025, di kantor BPN Cibinong. Dalam pertemuan tersebut, ES mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Lebih dari sekadar pengakuan, terungkap bahwa ES tengah berjuang melawan penyakit stroke otak selama hampir dua tahun. Kondisi kesehatan inilah yang menjadi penyebab utama terhambatnya proses pengurusan berkas yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

“Saya melihat ini sebagai kekhilafan karena kebutuhan hidup. Saudara ES sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk diperiksa di kepolisian. Beliau dan keluarga sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya,” ujar Ario dengan nada penuh pengertian.

Dicky, saksi dalam peristiwa ini, menambahkan bahwa pencabutan laporan didasari oleh asas kemanusiaan. “Pencabutan laporan bisa dilakukan jika perkara tersebut termasuk dalam kategori delik aduan, pelapor memiliki itikad baik, dan sudah ada kesepakatan damai,” jelasnya. Ia juga membenarkan bahwa kondisi kesehatan ES menjadi alasan utama mengapa pekerjaan pengurusan surat-surat menjadi terhambat untuk 2 tahun lamanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Rully, staf BPN Cibinong, yang telah membantu Ario dalam mengurus surat-suratnya. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Bapak Umar, Kepala Kasubag TU di BPN Bogor, atas komunikasi yang baik sehingga masalah ini dapat diselesaikan dengan damai.

Semangat perubahan positif juga dirasakan oleh Andre, seorang warga Bojong Gede. Ia memberikan apresiasi terhadap sistem di BPN Bogor yang semakin baik dan memudahkan masyarakat. Pelayanan yang ramah dan solusi yang diberikan oleh petugas BPN Cibinong juga tak luput dari pujian.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap permasalahan, selalu ada ruang untuk empati dan solusi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Perdamaian yang tercipta di BPN Cibinong ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu mengedepankan pengertian dan kebaikan dalam setiap interaksi. (can)