JAKARTA RAYA – Reuni Akbar Alumni “Ikan Terbang” Indosiar berlangsung semarak dan penuh kehangatan. Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari para mantan karyawan lintas departemen dan angkatan, yang datang untuk bernostalgia sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi yang telah terjalin sejak era kejayaan Indosiar.
Sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi, sejumlah alumni turut menyediakan berbagai door prize menarik untuk peserta yang hadir. Hadiah yang dibagikan mulai dari Paket Umrah, kain batik, T-shirt eksklusif karya Nyoman Nuarta, Oase Al-Qur’an, hingga berbagai bingkisan menarik lainnya. Kehadiran hadiah-hadiah tersebut menjadikan reuni semakin hidup dan penuh kejutan.
Acara juga dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah artis dan figur publik yang pernah bekerja sama dengan Indosiar, antara lain Meriam Bellina, Rina Hasyim, Yati Surahman, Firda Razak, Melly Manuhutu, Derry Drajat, Miing Bagito, Uang Bagito, Didin Bagito, Alya Rohaly, serta Heli Yahya. Dari keluarga besar AFI turut hadir Tia, Bojes, Miky, Cyndi, Ari Tulang, Pasha, Rindu, dan lainnya. Sementara dari Kondang In, hadir Elvy Zubay, Jay, Rani, Opy, Novel, Dendra Surya, bersama deretan talenta lainnya.
Digelar di Ballroom Twin Plaza Hotel Jakarta, reuni ini menjadi ajang temu kangen yang menghangatkan sekaligus mengenang kembali perjalanan panjang Indosiar—mulai dari masa persiapan siaran hingga era program-program fenomenal yang mewarnai pertelevisian nasional.
“Indosiar bukan hanya tempat bekerja, tetapi rumah kedua bagi kami. Di sini kami tumbuh, berkarya, dan membangun ikatan persaudaraan yang masih terasa kuat hingga hari ini,” ujar Atoek Faturahman, Ketua Panitia Reuni.
Alumni yang hadir berasal dari berbagai departemen, termasuk Program, Produksi, ART, News, Marketing, Keuangan, Traffic, Pasca Produksi, Studio, MCR, EFP, Teknik, Corporate Secretary, Peduli Kasih, dan divisi penting lainnya. Banyak di antara mereka merupakan bagian dari tim awal yang menciptakan program ikonik seperti AFI, Gebyar BCA, Kuis Siapa Berani, Tersanjung, Tembang Kenangan, Patroli, SARAS 008, LUPUS, dan sejumlah tayangan legendaris lainnya.
“Saya bangga pernah menjadi bagian dari karya-karya monumental yang dikenal publik luas,” ungkap Cosmas, alumni Departemen ART.
Kini para alumni telah meniti karier di berbagai bidang, mulai dari industri televisi, film, rumah produksi, periklanan, hingga ranah akademik dan industri kreatif. Meski berkarier di tempat berbeda, semangat kebersamaan “Ikan Terbang” tetap menjadi identitas yang menyatukan mereka.
“Rasanya kembali seperti masa awal karier, ketika Indosiar menjadi pintu gerbang bagi saya dikenal masyarakat,” ujar Elvy Zubay, talent Kondang In.
Suasana semakin cair dengan kisah-kisah ringan dari para alumni.
“Saat pertama masuk, HRD menyuruh saya potong rambut karena gondrong. Setelah panjang lagi, saya biarkan saja dan sudah tidak pernah ditegur. Mungkin mereka sadar saya seniman,” kenang Hans Utama sambil tertawa.
Lebih dari sekadar temu kangen, Reuni Akbar “Ikan Terbang” menjadi momentum penting untuk merajut kembali kebersamaan, memperluas jejaring profesional, serta merayakan semangat kekeluargaan yang telah menjadi ciri khas para alumni Indosiar. Semangat itu diyakini akan terus terbang tinggi, sebagaimana filosofi ikon Indosiar yang melegenda.


Tinggalkan Balasan