JAKARTARAYA – Warga Kota Tangerang heboh! Air PAM Tirta Benteng tiba-tiba berubah warna menjadi coklat, berminyak dan bau menyengat, pada Selasa (10/2/2026).

Usut punya usut, ternyata hal tersebut terjadi imbas dari Sungai Cisadane yang tercemar limbah kebakaran gudang pestisida yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan.

Selama ini, bahan baku air PAM Kota Tangerang berasal dari Sungai Cisadane. Maka, ketika Sungai Cisadane tercemar limbah kebakaran pestisida, berimbas ke warna, bau, dan rasa dari pada air PAM Tangerang.

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, mengatakan bahwa pihaknya sempat menghentikan sementara seluruh operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) karena pencemaran Sungai Cisadane.

“Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali,” kata Joko dikutip dari Antara, Rabu (11/2/23036).

Imbas Kebakaran Gudang Bahan Kimia di Serpong

Dia mengatakan, kejadian pencemaran air baku Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong Tangerang Selatan pada Senin (9/2/2026) malam.

Air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak, dan ikan mati mendadak.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi,” katanya.

Kemudian, pukul 22.30 WIB, Perumda Tirta Benteng berkoordinasi ke pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan nomor 10 dengan tujuan limbah terbuang ke laut.

Hasil pemantauan di lapangan pada pukul 00.00 WIB dini hari, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau.

“Kualitas air terus kami pantau secara fisika dan kimia per 30 menit. Pada pukul 05.00 air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan,” ujarnya.

Seluruh Saluran Air Kini Telah Kembali Normal

Perumda Tirta Benteng menegaskan bahwa seluruh air kini telah kembali tersalurkan telah melalui pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia,” ucapnya.

Warga mengeluhkan, karena pihak PAM Tangerang tidak menginformasikan sebelum mematikan air PAM. Padahal, biasanya BUMD Tangerang tersebut selalu memberitahu warga jika terjadi gangguan layanan PDAM.

“Biasanya kalau air PAM mati ada pemberitahuan, ini tiba-tiba cek di akun Instagram Perumda Tirta tidak ada wilayah yang terdampak,” ujar Joko. (MAN)