JAKARTARAYA – Festival Bandeng Rawa Belong kembali hadir menjelang tahun baru Imlek 2026. Festival tahunan ini resmi dibuka oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pada Sabtu (14/2/2026).

Gubernur Pramono menyampaikan, festival ini mencerminkan bentuk akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa di Jakarta yang sudah berlangsung ratusan tahun.

Gubernur Jakarta Pramono Anung berharap nilai-nilai pelestarian dan akulturasi budaya dapat tercermin dan terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Festival Bandeng Rawa Belong berlangsung meriah. Sejumlah pedagang ikan bahkan mengaku mampu meraup omzet belasan hingga puluhan juta rupiah.

Omzet Pedagang Tembus Puluhan Juta

Siti (50), pedagang ikan bandeng yang membuka lapak di Jalan Sukabumi Utara, mengaku mampu meraih omzet hingga puluhan juta rupiah hanya dalam dua hari pelaksanaan festival.

“Tahun kemarin, dua hari itu dapat omzet Rp 30 juta. Kalau hari ini kan baru tadi pagi, lakunya baru 12 ekor, belum dihitung omzetnya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Dayat (50). Ia menyebutkan, omzet penjualannya pada festival tahun lalu mencapai sekitar Rp 18 juta dalam dua hari. “Kalau tahun kemarin dapat Rp 18 juta dalam waktu dua hari,” ungkapnya.

Gubernur Pramono Borong Ikan Bandeng

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memborong ikan bandeng saat membuka Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat. Pramono membeli lima ekor bandeng dengan berat lebih dari 14 kilogram.

Pramono mengaku membeli bandeng saat berjalan menuju lokasi acara. Aksi belanja itu sebagai bentuk dukungan terhadap pedagang dan pelaku UMKM di kawasan Rawa Belong.

“Tadi sambil berjalan dari depan sampai tempat duduk, saya sudah membeli tiga bandeng. Termasuk bandeng yang paling besar tadi, 14,67 kilogram. Pulangnya saya beli 3 lagi,” kata Pramono, Sabtu (14/2/2026).

Pramono pun mengajak para pejabat dan tamu yang hadir untuk ikut berbelanja produk warga. Menurutnya, transaksi langsung di lokasi akan membantu menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil.

“Jangan hanya datang. Belanja! Berapa pun belanja itu akan menghidupkan UMKM kita,” ungkapnya.

Ia berharap Festival Bandeng Rawa Belong terus dipertahankan sebagai tradisi tahunan dan berkembang menjadi ikon budaya Betawi yang dikenal secara nasional hingga internasional. (MAN)