JAKARTA RAYA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyelenggarakan Jambore Potensi SAR Tahun 2026 pada 13–15 Februari 2026 di Green Belt PIK 2, Tangerang. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat barisan kemanusiaan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat di Indonesia.

Ratusan personel dari berbagai unsur Potensi SAR di sejumlah daerah hadir dengan satu semangat yang sama: Siap Menolong Tanpa Batas. Jambore Potensi SAR 2026 tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, melainkan wadah penguatan kapasitas dan komitmen dalam mendukung sistem pencarian dan pertolongan nasional.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan strategis, mulai dari character building, workshop peningkatan kompetensi, fun run, pameran SAR, hingga SAR Challenge berupa kompetisi water rescue antarpotensi SAR. Selain itu, digelar pula diskusi strategis guna mempertegas peran Potensi SAR dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan di berbagai situasi bencana.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas menegaskan pentingnya membangun jaringan komunikasi dan koordinasi yang solid antarunsur Potensi SAR. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong transfer pengetahuan dan keterampilan secara berkelanjutan serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan jiwa korsa dalam misi penyelamatan jiwa.

“Mari jadikan Jambore Potensi SAR 2026 sebagai tonggak lahirnya insan-insan SAR yang profesional, modern, teruji, dan solid dalam mengemban tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Semangat yang bergema di Green Belt PIK 2 menjadi simbol bahwa kesiapsiagaan bencana tidak dibangun secara instan. Ia ditempa melalui latihan berkelanjutan, disiplin tinggi, koordinasi terpadu, serta kebersamaan yang kokoh. Setiap simulasi yang dijalankan menjadi cerminan keseriusan dalam memastikan respons cepat, tepat, dan profesional dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.

Melalui Jambore Potensi SAR 2026, Basarnas kembali menegaskan komitmennya untuk terus membina, memperkuat, dan menyatukan seluruh potensi bangsa dalam membangun sistem SAR nasional yang tangguh dan responsif.

Sebab dalam setiap bencana dan situasi darurat, negara harus hadir. Dan di garis terdepan kehadiran tersebut, berdiri para insan SAR yang siap bergerak, siap mengabdi, dan siap menyelamatkan. (hab)