JAKARTA RAYA, Surabaya — Universitas Nurul Jadid (UNUJA) resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) Izin Operasional Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Pencapaian ini memperkuat posisi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan sumber daya manusia unggul dan riset pendidikan Islam di tingkat nasional.
SK izin operasional tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam seremoni yang digelar Kamis (12/2/2026) malam di DoubleTree by Hilton Hotel Surabaya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Suyitno, menegaskan bahwa kehadiran program doktor di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki arti strategis dalam menjawab tantangan global pendidikan.
“Perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya berperan sebagai pusat transmisi ilmu, tetapi juga harus menjadi pusat pengembangan intelektual, riset berbasis kebijakan, dan kepemimpinan transformatif pendidikan Islam,” ujarnya.
Menurutnya, Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam menjadi instrumen penting dalam melahirkan akademisi dan pemimpin pendidikan yang unggul secara keilmuan, memiliki sensitivitas sosial, serta berakar kuat pada nilai-nilai Islam. Hal tersebut dinilai krusial dalam memperkuat daya saing bangsa sekaligus membangun peradaban berbasis pendidikan.
Ia menambahkan, pembukaan Program Doktor MPI di UNUJA diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset pendidikan Islam, mendorong inovasi tata kelola lembaga pendidikan, serta menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun regional.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan SDM UNUJA, M. Noer Fadli Hidayat, menyampaikan bahwa terbitnya SK izin operasional tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kesiapan institusi, mulai dari sumber daya manusia, kurikulum, hingga tata kelola akademik.
“Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam di Sekolah Pascasarjana UNUJA dirancang dengan visi besar untuk menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan manajerial dan kebijakan pendidikan Islam,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran program doktor ini tidak hanya memberikan dampak strategis bagi UNUJA, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan manajemen pendidikan Islam secara nasional. Program ini diharapkan menjadi pusat kajian, rujukan kebijakan, sekaligus ruang lahirnya inovasi pengelolaan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika di bawah kepemimpinan Rektor UNUJA, Najiburrahman.
Dengan diterbitkannya izin operasional Program Doktor MPI, UNUJA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, berdaya saing, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Momentum ini sekaligus membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi doktoral di bidang Manajemen Pendidikan Islam. (As)


Tinggalkan Balasan