JAKARTA RAYA – Keterbatasan akses pendidikan negeri kembali menjadi sorotan warga Jakarta Timur.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026, warga Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, dan Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, mendorong percepatan pembangunan sekolah negeri untuk menjawab kebutuhan wilayah yang terus bertumbuh.
Di Pulo Gebang, usulan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri kembali mengemuka.
Rencana ini sejatinya telah bergulir sejak 2023, menyusul hibah lahan seluas 7.500 meter persegi dari PT Nusantara kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di kawasan Jalan Rawa Kuning, RW 07.
Sementara itu, warga Setu mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, mengingat hingga kini wilayah tersebut belum memiliki SMP negeri.
Kondisi ini dinilai menyulitkan akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dan menambah beban transportasi warga.
Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, Dedi Efrizal, menyebut pembangunan SMK Negeri di Pulo Gebang menjadi salah satu prioritas hasil Musrenbang.
Ia menegaskan lahan pembangunan telah tersedia dan dipasang plang.
Dorongan pembangunan sekolah di Pulo Gebang dan Setu dinilai sejalan dengan kebutuhan pemerataan akses pendidikan di Jakarta Timur, khususnya di wilayah padat penduduk.
Warga berharap usulan yang telah memenuhi persyaratan tersebut dapat segera direalisasikan dan mulai dikerjakan pada tahun mendatang. (ali)


Tinggalkan Balasan