JAKARTA RAYA, Napoli — Atlet cilik Indonesia, Angelaida Agil Maharanny, mencetak sejarah di ajang Naples Open Championship 2025 di Italia. Siswi kelas 5 SD Budi Utama Yogyakarta itu menjadi atlet Dancesport Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Juara Dunia pada kategori Solo World Championship U14 Tango, meski usianya belum genap 11 tahun.

Angelaida—sapaan akrabnya—juga menjadi satu-satunya atlet asal Indonesia yang berhasil lolos seleksi dan berkompetisi pada kejuaraan internasional yang berlangsung pada 6–11 Desember 2025 tersebut.

Bersaing dengan Ratusan Atlet dari Puluhan Negara

Seleksi awal diselenggarakan pada 6 Desember 2025 di Palazzetto Dello Sport Caravita A Cercola, Italia, diikuti ratusan atlet dari berbagai negara. Angelaida dinyatakan lolos kualifikasi dan berhak tampil pada rangkaian kompetisi utama yang digelar di Teatro Salone Margherita, Napoli, pada 7–11 Desember 2025.

Prestasi yang diraih Angelaida mendapat perhatian para juri internasional. Banyak yang terkejut sekaligus terkesan karena Indonesia untuk pertama kalinya melahirkan juara dunia pada kategori Solo World Championship Tango U14.

Memborong Medali di Dua Kategori

Angelaida tampil luar biasa dan memborong medali di sejumlah nomor lomba, baik di kategori Teacher & Student (U16) maupun Solo Ballroom Dance.

Kategori Teacher & Student U16

Angelaida tampil bersama pelatihnya dari Malaysia, Vernon Choo, dan meraih emas di semua kategori yang diikuti:

  1. Cha Cha International — Emas (Champion)
  2. Samba International — Emas (Champion)
  3. Rumba International — Emas (Champion)
  4. Jive International — Emas (Champion)
  5. Three Dance (Cha Cha/Samba/Rumba) — Emas (Champion)

Kategori Solo Ballroom Dance

Pada kategori solo, Angelaida kembali meraih hasil gemilang:

  • Solo World Championship U14 Tango — Emas (World Champion)
  • Solo World Championship U14 5 Dance — Perak (Juara 2)
  • Solo World Championship U14 Waltz — Perak (Juara 2)

Dilatih Empat Pelatih dari Malaysia dan Indonesia

Keberhasilan Angelaida tak lepas dari bimbingan empat pelatih, yaitu:

  • Kelvin Choo (Co-Founder Fame Dance Trope Malaysia)
  • Vernon Choo (Malaysia)
  • Deddy Ratmoyo (Indonesia)
  • Dyan Dwinita – Yud’s Dancesport School (Indonesia)
  • Di bawah pendampingan mereka, Angelaida menampilkan performa yang matang, berkarakter, dan memukau di panggung internasional.

Berjuang Tanpa Dukungan Pemerintah

Meski berjuang tanpa dukungan dari pemerintah Indonesia, Angelaida tetap mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Prestasi ini sekaligus membuka babak baru bagi perkembangan olahraga Dancesport Indonesia di level internasional.

Masih Ada Peluang Medali Tambahan

Perolehan medali ini bersifat sementara. Pada 11 Desember 2025, Angelaida dijadwalkan kembali tampil pada kategori Professional-Amateur (ProAm) bersama pelatihnya, Vernon Choo. Kategori ini menjadi puncak kompetisi yang berpeluang kembali menambah koleksi medali bagi Indonesia.

Dengan pencapaian ini, Angelaida bukan hanya menorehkan sejarah sebagai juara dunia termuda dari Indonesia di cabang Dancesport, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia yang ingin berprestasi di panggung global. (rw)