JAKARTA RAYA, Tangerang — Hujan deras pekan lalu kembali memicu banjir di Kota Tangerang, salah satunya di Kampung Cantiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Genangan air yang mencapai leher orang dewasa membuat mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) turun tangan membantu evakuasi warga, mulai dari balita, anak-anak, hingga lansia.
Gabungan relawan dari Himpunan Penggiat Pecinta Alam (HPPA) CAKRAWALA, AKSOS, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITPLN melakukan aksi kemanusiaan pada Kamis, 23 Januari 2026, setelah menerima laporan banjir akibat tingginya curah hujan di Jabodetabek. Sekitar 15 rumah terdampak banjir, sementara akses jalan menuju lokasi tergenang.
Ketua Umum HPPA CAKRAWALA ITPLN, Naufal Yurnafa Aisal, menjelaskan, “Begitu mendapat informasi, kami langsung mempersiapkan evakuasi. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan.”
Para relawan membawa perahu karet berkapasitas 10 orang, pelampung, dayung, headlamp, dan sepatu bot. Seluruh peralatan diangkut menggunakan dua mobil, dengan perahu diletakkan di atas kendaraan untuk mempercepat mobilisasi. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan warga dan aparat setempat.
Dalam operasi, tugas dibagi secara terkoordinasi. Tujuh anggota HPPA CAKRAWALA mengoperasikan perahu, sementara dua lainnya siaga sebagai tim cadangan. Relawan BEM ITPLN mengatur koordinasi dan dukungan operasional, sedangkan AKSOS fokus pada pendampingan warga di posko pengungsian.
Tak hanya evakuasi, relawan juga membantu kegiatan lain, termasuk mengantar jenazah ke pemakaman, memasak di posko, serta mendistribusikan logistik seperti mi instan, roti, nasi lengkap, lauk, dan air minum. Prioritas evakuasi diberikan pada lansia, ibu hamil, anak-anak, balita, dan warga sakit, dengan melibatkan warga setempat agar proses berjalan aman.
Menjelang sore, arus air semakin deras dan perahu relawan mengalami kebocoran. Demi keselamatan, evakuasi dilanjutkan bersama BASARNAS. “Keselamatan relawan dan warga menjadi prioritas. Koordinasi dengan BASARNAS memastikan evakuasi tetap berjalan optimal,” kata Naufal.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung berkat kerja sama lintas elemen—relawan, warga, dan instansi terkait. Menjelang malam, tim gabungan kembali ke kampus ITPLN dalam kondisi selamat. Warga dan pengurus RW setempat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat, termasuk peran aktif mahasiswa ITPLN dalam situasi darurat. Informasi program kemahasiswaan ITPLN dapat diakses melalui www.itpln.ac.id. (hab)


Tinggalkan Balasan