JAKARTA RAYA, Depok – Setelah pelaksanaan Car Free Day (CFD) perdana di Jalan Margonda Depok menuai banyak masukan dari warga, Pemerintah Kota Depok menjanjikan penyelenggaraan yang lebih baik dan tertib pada gelaran Minggu kedua, 11 Mei 2025.
Salah satu keluhan utama masyarakat pada pelaksanaan pertama adalah masih adanya kendaraan bermotor yang melintas, terutama di pertigaan jalan dari arah Jakarta. Akibatnya, warga yang ingin berolahraga tidak sepenuhnya merasakan kenyamanan dan kesegaran udara yang diharapkan dari kegiatan bebas kendaraan tersebut.
Menanggapi evaluasi tersebut, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyatakan bahwa pada Minggu kedua, CFD akan dilaksanakan di dua jalur sekaligus, baik arah menuju maupun dari Jakarta, dengan panjang lintasan sekitar empat kilometer.
“Mulai CFD Margonda Minggu besok, dua jalur akan ditutup. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujar Chandra, Sabtu (10/5).
Jalur yang ditutup membentang dari pertigaan Jalan Raya Melati hingga perempatan Jalan Raya Juanda, mencakup jalur kanan dan kiri. Penutupan berlaku mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Langkah ini dilakukan berdasarkan arahan Wali Kota Supian Suri setelah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan sebelumnya yang dinilai belum maksimal. Sebelumnya, CFD hanya ditutup satu jalur dari U-turn Jalan Dahlia menuju pertigaan Juanda.
“Kali ini kami lebih siap dan tegas. Tidak hanya soal pengaturan lalu lintas, tapi juga ketertiban umum. Parkir liar, pedagang asongan, hingga pungli akan kami tindak tegas,” ujar Chandra.Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Margonda pada jam CFD diimbau menggunakan jalan alternatif, seperti melalui Jalan Raya Kartini ke Depok 2 Tengah atau Timur, serta Jalan Raya Beji atau Jalan Raya Tanah Baru.
Tujuan utama CFD adalah mendorong gaya hidup sehat serta mengurangi emisi kendaraan bermotor di kawasan perkotaan. Pemkot Depok berharap, dengan penyelenggaraan yang lebih tertib dan terorganisir, CFD Margonda bisa menjadi agenda rutin yang dinantikan warga. (ema)
Tinggalkan Balasan