JAKARTA RAYA, Depok – Meskipun pelaksanaan program Car Free Day (CFD) Kota Depok di flyover Arif Rahman Hakim (ARH) mendapat sambutan positif dari warga, namun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dievaluasi, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Penutupan dua jalur utama di flyover ARH memang berhasil menciptakan suasana yang tertib dan nyaman bagi masyarakat yang datang berolahraga. Namun, pengalihan arus ke ruas jalan alternatif, seperti di belakang Pasar Kemirimuka, justru menimbulkan kemacetan cukup parah.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengakui adanya tantangan dalam proses penyesuaian ini.

“Memang membiasakan sesuatu yang belum terbiasa itu bukan hal yang mudah. Kita butuh waktu dan penyesuaian, terutama soal pengalihan jalan. Itu semua menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ungkap Supian.

Meski begitu, Supian tetap mengapresiasi antusiasme masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro yang turut meramaikan CFD. Ia menyebut keberadaan UMKM dan pedagang Kue Subuh di sepanjang jalur CFD sebagai bagian dari semangat pemberdayaan ekonomi lokal.

“Saya senang melihat semangat para UMKM Kota Depok dan pedagang Kue Subuh yang aktif berdagang di area ARH. Ini bagian dari semangat hidup sehat dan mendukung ekonomi warga,” tuturnya.

Pemerintah Kota Depok memastikan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema CFD, termasuk aspek rekayasa lalu lintas dan kenyamanan warga, agar program ini bisa berjalan lebih optimal di minggu-minggu mendatang. (ema)