JAKARTA RAYA – Cinta Quran Foundation menggelar Rapat Umum Pemegang Wakaf (RUPW) 2026 pada Minggu (8/3/2026). Agenda tahunan ini menjadi forum penyampaian laporan perkembangan program wakaf sekaligus memperkuat komitmen pengelolaan wakaf yang amanah, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, lembaga filantropi yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Al-Qur’an itu juga meluncurkan Program 99 Masjid Asmaul Husna, sebuah inisiatif pembangunan jaringan masjid di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Cinta Quran Foundation dan Masjid Nusantara. Kehadiran masjid yang dibangun melalui program tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, serta penguatan komunitas Muslim di daerah.

Melalui program ini, direncanakan pembangunan 99 masjid yang masing-masing mengusung satu nama dari Asmaul Husna sebagai identitasnya. Konsep tersebut diharapkan menjadikan setiap masjid tidak hanya berdiri secara fisik sebagai rumah ibadah, tetapi juga membawa nilai spiritual dari nama-nama Allah yang diusung.

Founder Cinta Quran Foundation, Fatih Karim, mengatakan bahwa pembangunan masjid memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam.

“Melalui Program 99 Masjid Asmaul Husna, kami ingin menghadirkan masjid yang tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga menjadi pusat kehidupan umat yang menghadirkan nilai-nilai Asmaul Husna dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang sejarah Islam, masjid tidak hanya menjadi tempat menunaikan salat, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, pembinaan generasi, hingga kegiatan sosial masyarakat.

Selain peluncuran program tersebut, Cinta Quran Foundation juga memaparkan berbagai capaian program wakaf yang telah berjalan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Salah satu proyek yang disorot adalah Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Sam’an Cinta Quran, yang disebut sebagai pesantren tahfidz tunanetra putri pertama di Indonesia. Saat ini pembangunan tahap pertama telah rampung dan dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua berupa asrama serta fasilitas pendukung yang ramah aksesibilitas bagi para santri.

Lembaga ini juga melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Generasi Quran (SGQ). Pembangunan ruang kelas tahap pertama dan kedua telah selesai, sementara tahap ketiga tengah dilakukan untuk memperluas kapasitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dhuafa.

Selain itu, pengembangan Cinta Quran Center sebagai kampus pembinaan calon dai Al-Qur’an juga terus dilakukan. Salah satu upayanya melalui pembangunan unit wakaf produktif yang hasilnya akan menopang operasional pendidikan para santri.

Di bidang kemanusiaan, lembaga ini juga mengembangkan Rumah Singgah Al Fatih di Bandung dan Yogyakarta yang menyediakan tempat tinggal sementara bagi pasien dan keluarga dari luar kota yang sedang menjalani pengobatan.

Saat ini juga tengah dikembangkan wakaf produktif berupa apotek untuk mendukung keberlanjutan operasional rumah singgah tersebut.

Di tingkat internasional, beberapa proyek masjid juga tengah dan telah dibangun, di antaranya Masjid Baitul Makmur Melbourne di Melbourne, Australia serta Masjid Indonesia di Edmonton di Edmonton, Kanada yang dirancang menjadi pusat ibadah sekaligus kegiatan dakwah bagi komunitas Muslim setempat.

Selain itu, pembangunan Masjid Ash-Sholihin Yokohama di Yokohama, Jepang juga telah selesai. Masjid tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, pembelajaran Al-Qur’an, serta pembinaan muallaf bagi komunitas Muslim di wilayah tersebut.

Melalui RUPW 2026, Cinta Quran Foundation berharap semakin banyak masyarakat terlibat dalam gerakan wakaf untuk bersama-sama membangun pendidikan, dakwah, dan peradaban Islam yang memberi manfaat bagi generasi mendatang. (hab)