JAKARTA RAYA — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan bahwa keselamatan transportasi darat merupakan prioritas utama pemerintah.
Menurutnya, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih sangat memprihatinkan dengan rata-rata tiga nyawa melayang setiap jam di jalan raya.
“Keselamatan bukan hanya soal regulasi, tetapi juga perubahan perilaku dan kultur di tengah masyarakat. Kita semua harus terlibat,” ujar Aan di Jakarta.
Sejak dilantik sebagai Dirjen Hubdat pada Mei 2025, mantan Kakorlantas Polri ini langsung menggerakkan sejumlah program strategis.
Salah satunya adalah pemanfaatan fasilitas proving ground untuk menguji kelayakan kendaraan dalam negeri, serta penerapan teknologi Weigh-In-Motion (WIM) guna menekan pelanggaran kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Tak hanya itu, Ditjen Hubdat juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Jasa Raharja dan Jasa Marga, untuk membangun ekosistem keselamatan jalan yang terpadu.
Kerja sama ini meliputi integrasi data kecelakaan, penguatan sistem pengawasan, hingga edukasi keselamatan bagi pengguna jalan.
Selain isu keselamatan, Aan Suhanan juga menyoroti sejumlah tantangan aktual seperti kajian impor truk CBU dari Tiongkok, serta evaluasi program BTS/PSO angkutan bus yang kini diperluas ke sejumlah kota besar.
“Transportasi darat menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, setiap kebijakan harus berorientasi pada keselamatan, keberlanjutan, dan pelayanan publik,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kemenhub berharap angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong terciptanya kultur keselamatan di jalan raya. (ali)
Tinggalkan Balasan