JAKARTA RAYA — Produksi film drama “10 Days in Machida” resmi dimulai. Film garapan M8 Pictures bekerja sama dengan Travelstories ini mengambil lokasi utama di Kota Machida dan Kota Sagamihara, Jepang, sebagai bagian dari kolaborasi kreatif antara insan perfilman Indonesia dan Jepang.

“10 Days in Machida” berkisah tentang Kartika, perempuan asal Indonesia yang melakukan perjalanan ke Jepang untuk mencari ayahnya. Selama sepuluh hari di Machida, ia bertemu berbagai karakter yang mengubah cara pandangnya tentang keluarga, hubungan antarmanusia, serta penerimaan diri.

Produser Ganank Dera menjelaskan bahwa film ini tidak hanya menonjolkan latar budaya Indonesia dan Jepang, tetapi juga mengangkat karakter penyandang disabilitas secara setara dalam cerita. “Kami ingin menghadirkan representasi yang inklusif, di mana karakter disabilitas memiliki peran penting dalam perkembangan emosional tokoh utama,” ujarnya.

Film ini dibintangi oleh Leony, Alexander Wlan, Paramitha Rusady, Nobuyuki Suzuki, serta aktris Jepang Sato Miyuki. Talenta lokal seperti Matsunami Nobuka juga turut terlibat dalam produksi yang berlangsung pada musim gugur di Jepang.

Produser eksekutif Ko Amirullah menyampaikan bahwa proyek ini merupakan film ke-9 yang diproduksi M8 Pictures sekaligus kolaborasi internasional pertama mereka. Ia berharap kerja sama ini dapat menghadirkan pengalaman menonton yang kuat bagi penonton Indonesia maupun Jepang.

Produksi film ini turut mendapat dukungan dari Machida Cultural International Exchange Foundation, Pemerintah Kota Machida melalui Kato Keisuke, serta Sagamihara City Tourism Association yang diwakili Hirokazu Tahara. Dukungan media diberikan oleh TVOne, sementara sejumlah merek seperti Benvit Fiber Plus Collagen, Benvit Etawa Platinum, Susu Etawa SKS, dan Sprei California terlibat sebagai mitra produk.

“Setiap orang punya kisah tentang ayahnya. Kami berharap film ini dapat menyentuh emosi siapa pun yang menyaksikannya,” kata Ko Amirullah dan Ganank Dera di sela proses syuting.

Film “10 Days in Machida” juga direncanakan akan menghadirkan soundtrack kolaborasi musisi Indonesia dan Jepang. Proses produksi berlangsung pada Oktober–November 2025, dan film dijadwalkan tayang pada 2026. (pr)