JAKARTA RAYA— Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Aviation Solusi (PT SAS) dalam pengembangan pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Lippo Tower Holland Village lantai 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).
Selain penandatanganan MoU, agenda kegiatan juga diisi dengan sosialisasi program kerja sama yang menghadirkan para narasumber terkait. Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang membuka sesi paparan dengan menjelaskan visi dan misi GPIB serta pentingnya kolaborasi strategis untuk meningkatkan indeks kinerja organisasi masyarakat (OKM).
Paparan dilanjutkan oleh DR. Hendri Affandi, SE, Akt, CFrA, MBA, Ph.D yang membahas transformasi organisasi masyarakat menuju ekosistem SDM yang kompeten dan produktif. Direktur PT SAS Noor Rachmadi turut memaparkan latar belakang, ruang lingkup, hingga rencana aksi implementasi MoU. Sementara itu, Ketua DPW GPIB DKI Jakarta, Dandy Caprianto, S.H., M.H., menjelaskan mekanisme penilaian kinerja ormas oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Kesbangpol dan capaian GPIB dalam indikator tersebut.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ir. Agung Karang dan Noor Rachmadi serta disaksikan oleh Komisaris PT SAS M. Isnaeni, Dewan Penasehat DPP GPIB DR. Hendri Affandi, serta jajaran pengurus GPIB baik pusat maupun cabang.
Acara ini turut mendapat dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jakarta Rawasari dan Walton Workspace. Perwakilan BSI, Ibu Bela, menyampaikan komitmen bank dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ir. Agung Karang menyampaikan harapannya agar kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada penandatanganan, namun dapat segera diimplementasikan.
“Kerja sama ini akan fokus pada sinergi pendidikan, sertifikasi, dan pemberdayaan ekonomi. Kami berharap realisasi program dapat berjalan konsisten sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Komisaris PT SAS M. Isnaeni mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan GPIB untuk bermitra.
“Semoga MoU ini memperluas jaringan GPIB dan memberikan nilai manfaat bersama. Tidak hanya mencerdaskan bangsa, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Direktur PT SAS Noor Rachmadi menambahkan bahwa peningkatan kompetensi melalui sertifikasi menjadi kunci daya saing SDM.
“Pendidikan harus dibarengi sertifikasi agar diakui masyarakat dan dunia kerja. Jika kompetitif secara ekonomi, kesejahteraan juga akan meningkat,” tuturnya.
Dewan Penasehat DPP GPIB, DR. Hendri Affandi, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Sinergi antara dunia pendidikan dan industri harus berjalan berkelanjutan. Kami akan menerbitkan laporan perkembangan kerja sama secara berkala,” jelasnya. (pr)


Tinggalkan Balasan