JAKARTA RAYA — Ketua umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir. Agung Karang menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Insiden yang melibatkan siswa dan guru sebagai korban tersebut menjadi sorotan publik, terutama terkait aspek keamanan lingkungan pendidikan.

Dalam pernyataannya, GPIB menilai peristiwa ini harus diusut secara tuntas agar motif dan penyebab kejadian dapat terungkap secara jelas. Organisasi yang bergerak di bidang advokasi pendidikan itu menekankan bahwa para siswa merupakan generasi penerus bangsa yang berperan penting dalam membangun peradaban dan menjaga persatuan bangsa.

“Jaminan atas pendidikan yang layak, perlindungan mental, dan keselamatan peserta didik adalah hak yang wajib dipenuhi sesuai ketentuan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas GPIB dalam rilis resminya.

GPIB juga menyerukan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Gubernur dan Dinas Pendidikan, bersama Kepolisian Daerah Metro Jaya segera membentuk tim investigasi. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan untuk mengevaluasi sistem keamanan di lingkungan sekolah tegas agung karang

Pihak GPIB turut meminta perhatian dari sejumlah instansi terkait, antara lain:

1. Gubernur Provinsi DKI Jakarta
2. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
3. Kepala Badan Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta
4. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
5. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

“Musibah ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan di dunia pendidikan,” ujar pernyataan tersebut menutup.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti ledakan yang menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah tersebut. (hab)