JAKARTA RAYA – Pengusaha muda Hizrah Maulana resmi meluncurkan PT Bandar Pohon Indonesia dalam sebuah acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Ibis Styles BSD City, Senin (16/3/2026).
Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor lanskap, nursery tanaman, serta penyedia berbagai tanaman hias dan pohon peneduh untuk kebutuhan properti, ruang publik, hingga kawasan industri.
Meski baru diperkenalkan secara resmi, Hizrah mengungkapkan bahwa perusahaannya telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun dan kini mulai diperluas ke pasar yang lebih luas.
“Hari ini saya meluncurkan perusahaan saya yang keenam, yaitu PT Bandar Pohon Indonesia,” ujar Hizrah di sela acara.
PT Bandar Pohon Indonesia menawarkan layanan terpadu mulai dari desain lanskap, pengadaan tanaman, hingga pengelolaan taman dengan konsep estetika dan keberlanjutan lingkungan.
Perusahaan ini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari taman rumah tinggal, perkantoran, kafe, pusat perbelanjaan, hingga proyek berskala besar seperti kawasan industri dan pengembangan properti.
Dengan dukungan tenaga ahli, Hizrah menargetkan setiap proyek tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga memberikan manfaat ekologis, seperti peningkatan kualitas udara dan penyerapan air.
Menurutnya, kehadiran perusahaan ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan di tengah maraknya kerusakan alam.
“Banyak bencana terjadi karena pohon ditebang. Melalui Bandar Pohon Indonesia, kami ingin ikut menghijaukan kota dan bangunan,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, PT Bandar Pohon Indonesia tengah mengembangkan kawasan nursery seluas hampir 20 hektare di Bogor. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembibitan berbagai jenis tanaman hias, pohon peneduh, dan tanaman lanskap.
“Kami sedang membangun nursery besar di Bogor untuk memastikan kualitas dan ketersediaan tanaman,” kata Hizrah.
Dalam pengembangannya, perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dan akademisi, termasuk dari Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk mendukung riset tanaman, pengendalian hama, serta metode perawatan yang optimal.
Dari sisi pasar, Hizrah menargetkan sektor perumahan, hotel, kawasan wisata, hingga proyek tata kota pemerintah. Ia mengungkapkan, sejumlah pengembang telah menjalin kerja sama untuk pengadaan tanaman dan desain lanskap.
“Banyak klien yang membutuhkan taman yang tidak hanya estetik, tetapi juga sehat bagi lingkungan,” ujarnya.
Selain fokus pada bisnis, Hizrah juga ingin menjadikan PT Bandar Pohon Indonesia sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang lebih luas. Ia bahkan mengaku telah menyelamatkan sejumlah pohon dari berbagai daerah untuk ditanam kembali.
Menurutnya, pembangunan modern harus tetap memperhatikan keseimbangan alam.
“Kalau semua tertutup beton, tanah tidak bisa menyerap air dan udara menjadi kotor. Ini bukan hanya soal keindahan, tapi soal kelangsungan hidup,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai menjadikan penghijauan sebagai bagian dari gaya hidup.
“Jika ingin hidup sehat, sebaiknya sebagian besar area rumah diisi dengan tanaman. Pohon dan tanaman hias penting untuk kualitas udara dan kenyamanan,” pungkasnya.(hab)


Tinggalkan Balasan