JAKARTA RAYA — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia melalui penguatan sinergi sektor pariwisata dan ritel menjelang momentum libur Imlek hingga Lebaran 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan BBWI Travel Fair 2026 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, HIPPINDO, dan APPBI.
Mengusung tema “Meraya Bersama”, ajang ini menjadi sarana promosi paket wisata domestik sekaligus aktivasi kampanye Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang terintegrasi dengan program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
Sebanyak 28 pelaku usaha dari sektor pariwisata, UMKM, dan ritel turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Mewakili Kementerian Pariwisata, Masruroh menyampaikan bahwa periode libur Imlek hingga Lebaran merupakan momen strategis dengan pergerakan wisatawan nusantara yang sangat signifikan.
Menurutnya, keberhasilan program BINA pada periode Lebaran akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional sepanjang 2026.
“Kita harus memastikan tidak ada celah kelesuan konsumsi setelah masa krisis awal tahun berakhir. Pemerintah bersama asosiasi akan terus bergerak menjaga ekonomi tetap bergairah hingga periode Lebaran,” ujarnya dalam konferensi pers kampanye “Belanja di Indonesia Aja” di Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).
Masruroh menegaskan bahwa Lebaran selalu menjadi pendorong utama wisata domestik. Sinergi antara BBWI dan BINA diyakini mampu memperkuat dampak ekonomi di berbagai daerah.
“Ketika wisatawan bergerak, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ritel ikut terdorong. Integrasi wisata dan belanja menjadi strategi efektif untuk memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja wisatawan,” jelasnya.
Wakil Ketua Umum HIPPINDO, Fetty Kwartati, menegaskan bahwa momentum Lebaran merupakan periode terpenting bagi industri ritel nasional.
“Pesta diskon ini bagian dari kampanye Belanja di Indonesia Aja untuk meningkatkan perputaran ekonomi nasional. Lebih dari 400 mal akan berpartisipasi dengan potongan harga hingga 70 persen, termasuk brand global. Fokus kami mendorong belanja domestik dan meningkatkan perputaran uang selama Lebaran,” ungkapnya.
Partisipasi ratusan pusat perbelanjaan di bawah koordinasi APPBI diharapkan mampu menciptakan lonjakan transaksi ritel sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Bambang Wisnubroto, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan nilai transaksi yang lebih progresif pada 2026.
“Tahun ini target ditetapkan sebesar Rp52,38 triliun. Angka ini meningkat sekitar 50 persen dibanding tahun lalu. Untuk mencapainya diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi program prioritas Kementerian Pariwisata, dukungan promosi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sinergi dengan APPBI dan asosiasi lainnya menjadi faktor kunci optimisme pemerintah.
“Kami optimistis nilai transaksi tahun ini bisa melampaui capaian sebelumnya,” tuturnya.
Dengan sinergi lintas kementerian dan asosiasi, momentum Imlek hingga Lebaran 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan pergerakan wisata domestik, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi nasional melalui belanja produk dalam negeri. (ema)


Tinggalkan Balasan