JAKARTA RAYA, Bandung — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjajaki kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) guna meningkatkan kualitas dosen, lulusan, serta penguatan riset di bidang ketenagalistrikan dan transisi energi.

Kolaborasi ini mencakup program pendidikan lintas jenjang S1, S2, hingga S3, riset bersama, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguatan kelembagaan riset yang mendukung agenda energi nasional.

Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, mengatakan ITPLN saat ini memiliki empat fakultas dan dua sekolah yang dirancang selaras dengan kebutuhan sektor energi. Fakultas tersebut meliputi Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, serta Fakultas Telematika Energi, ditambah Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi.

“Kami membuka peluang kolaborasi pendidikan lintas jenjang, termasuk skema pembimbing bersama (co-supervision) untuk program doktor. Harapannya lebih banyak dosen ITPLN dapat menempuh studi S3 di ITB,” ujar Iwa dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan ITB, Rabu (18/2/2026).

Skema Co-Supervision dan Penguatan Magister

Untuk jenjang magister (S2), ITPLN mengusulkan skema perkuliahan satu semester atau penyusunan tesis di ITB, terutama bagi mahasiswa kerja sama dengan PLN. Tahun lalu, tercatat 55 mahasiswa S2 mengikuti program kolaborasi dengan PLN.

“Bisa satu semester di ITB atau tesis dibimbing bersama agar kompetensi lulusan semakin komprehensif,” kata Iwa.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat. ITPLN memiliki lembaga riset terapan (Lemtera) yang terlibat dalam berbagai proyek Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Namun, menurut Iwa, penguatan kolaborasi dengan ITB diperlukan untuk menyelesaikan tantangan teknis di sektor energi.

Selain itu, ITPLN memiliki training center untuk peningkatan keterampilan tenaga profesional secara berkala, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang fokus pada isu transisi energi. Kurikulum ITPLN pun terus diperbarui agar sejalan dengan transformasi energi nasional.

Wakil Rektor I ITPLN, Susy Fatena Rostiyanti, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dosen melalui kolaborasi dengan kampus bereputasi seperti ITB.

“Kami ingin dosen ITPLN mendapatkan best practice dari ITB sehingga kualitas pengajaran semakin meningkat,” ujarnya.

ITB Sambut Positif Kolaborasi

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menyatakan kerja sama pendidikan lintas kampus merupakan praktik yang lazim di ITB, termasuk dalam program Merdeka Belajar.

“Untuk S1, S2, dan S3 pada prinsipnya memungkinkan. Memang ada konsekuensi akademik, tetapi pengalaman lintas kampus sangat berharga,” kata Tatacipta.

Ia menambahkan, pada jenjang magister dan doktor, penentuan pembimbing sejak awal menjadi faktor penting keberhasilan studi. Skema pembimbing bersama dinilai sangat memungkinkan untuk program doktoral.

Selain pendidikan, ITB juga memiliki pengalaman kolaborasi intensif dengan PLN dalam pelatihan dan pertukaran pegawai ke luar negeri guna mempelajari teknologi pembangkit, smart meter, hingga energi terbarukan.

Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di bidang energi, sekaligus menyiapkan talenta unggul yang mampu mendukung agenda transisi energi dan ketenagalistrikan nasional. (hab)