JAKARTA RAYA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperluas akses pendidikan tinggi dengan membuka kampus satelit melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Lokasi perdana akan dibuka di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan memanfaatkan fasilitas gedung PLN Udiklat Pandaan. Kampus satelit ini ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa menyampaikan bahwa pembukaan PSDKU dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta kebutuhan pasar pendidikan di masing-masing daerah.

“Selama pusdiklat itu bisa dimanfaatkan dan kebutuhan pasarnya ada, pasti akan kami jajaki. Yang pertama Pandaan, kemudian menyusul Banjarbaru, Makassar, Palembang, dan Medan. Papua masih kami kaji, namun tetap terbuka jika fasilitas dan pasarnya memungkinkan,” ujar Prof. Iwa saat sosialisasi bersama Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN).

Menurutnya, optimalisasi gedung-gedung PLN Pusdiklat menjadi strategi utama pengembangan kampus satelit ITPLN. Selain lebih efisien dari sisi infrastruktur, skema ini dinilai efektif untuk memperluas akses pendidikan vokasi dan akademik, baik bagi pegawai PLN maupun masyarakat umum di daerah.

Prof. Iwa menambahkan, ITPLN selama ini juga aktif menyelenggarakan program upskilling dan peningkatan jenjang pendidikan bagi pegawai PLN. Bahkan, ITPLN telah menjadi mitra strategis PLN dalam pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Kerja sama sudah berjalan secara formal. Mulai dari D3 ke S1, SMA ke S1, hingga S1 ke S2. Tahun lalu sekitar 55 orang melanjutkan dari S1 ke S2 dan 150 orang dari D3 ke S1, seluruhnya dibiayai PLN. Di luar itu, kami juga membuka kesempatan bagi pegawai PLN yang ingin kuliah mandiri,” jelasnya.

Selain pengembangan kampus satelit, ITPLN juga membuka program dual degree bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Malaysia, antara lain Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) dan Multimedia University (MMU). Melalui program ini, mahasiswa tetap menempuh perkuliahan di Indonesia, namun berkesempatan memperoleh gelar dari perguruan tinggi mitra luar negeri.

“Kuliahnya tetap di Indonesia, tetapi mahasiswa bisa mendapatkan degree dari UNITEN atau MMU, sekaligus degree dari ITPLN,” ujar Iwa.

Ia menjelaskan, program dual degree dirancang berlangsung selama dua tahun dengan syarat mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan secara fisik di Malaysia dalam jangka waktu tertentu.

“Dalam satu tahun, minimal satu bulan mahasiswa harus berada di Malaysia. Kehadiran itu dibuktikan dengan cap visa karena status kelulusannya juga dari Malaysia,” jelasnya.

Ketentuan tersebut bersifat fleksibel dan dapat dibagi dalam beberapa kunjungan singkat sepanjang tahun akademik, selama memenuhi total durasi yang dipersyaratkan.

Sementara itu, Kepala Rektorat ITPLN Purnomo memastikan bahwa Pandaan akan menjadi lokasi pertama pembukaan PSDKU. Saat ini, ITPLN tengah menyelesaikan proses perizinan agar penerimaan mahasiswa baru dapat dibuka sesuai target.

“Insya Allah tahun ini kita buka pertama di Pandaan, Pasuruan. Target Agustus sudah bisa mulai penerimaan mahasiswa baru. Setelah itu akan bertahap ke Banjarbaru, Makassar, Palembang, dan Medan,” kata Purnomo.

Ia menegaskan, ITPLN akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan serta memberikan pembaruan informasi terkait pembukaan kampus satelit di berbagai daerah. Informasi lengkap mengenai program akademik ITPLN dapat diakses melalui www.itpln.ac.id. (hab)