JAKARTA RAYA – Juru Bicara Timnas AMIN, Muhammad Ramli Rahim mengatakan Anies Baswedan siap untuk debat capres final yang akan dihelat di JCC Senayan, Jakarta pada Minggu (4/2) mendatang.
Diketahui debat Capres terakhir akan mempertemukan capres nomor 1 Anies Baswedan, nomor 2 Prabowo Subianto, dan nomor 3 Ganjar Pranowo. Debat terakhir bertema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.
“Beliau (Anies) sudah maksimal Insya Allah. Tinggal bagaimana didiskusikan dengan tim supaya beliau tampil lebih baik lagi,” kata Ramli dalam keterangannya, Jumat (2/2/2024).
Ramli meyakini tema debat sudah sangat dikuasai Mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Sebab, menurutnya Anies pernah menjabat sebagai Mendikbud RI dengan program andalan ‘gerakan Indonesia mengajar’.
“Saya kira tema ini sangat Anies lah. Kenapa? Pak Anies pernah menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan, beliau sudah mengabdi luar biasa bahkan di daerah terluar hingga terbelakang dengan program gerakan Indonesia Mengajar,” ucapnya.
Begitupun kalau berbicara terkait kesejahteraan sosial, dimana kata Ramli, Anies sangat konsen di bidang itu kala menjadi Gubernur DKI. Misalnya terhadap transportasi Transjakarta yang telah ia benahi dengan sangat baik.
Kemudian, soal kesehatan, Anies salah satu kepala daerah yang sukses menangani Covid-19. Bahkan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak.
“Sekalipun kita tahu bersama saat itu tantangannya luar biasa di tengah kepadatan penduduk Jakarta Pak Anies bisa menangani covid dengan tetap menjalankan pembangunan sangat baik. Pembangunan JIS tetap berjalan dengan baik dan tuntas. Kemudian 23 janji kampanyenya juga tuntas hanya dalam waktu lima tahun dia menjabat,” ungkapnya.
Ramli mengungkap bukan hanya itu saja prestasi Anies soal kesehatan. Ada pemikiran luar biasa dari mantan DKI 1 itu untuk mengubah nama rumah sakit menjadi rumah sehat.
“Jadi kalau menurut Pak Anies, rumah sakit itu rumah yang nyaman, bukan tempat sakit. Perubahan itu kalau beliau jadi presiden akan mengubah itu dari rumah sakit menjadi rumah sehat,” jelasnya.
Di sisi lain, soal ketenagakerjaan juga demikian, Ramli menyebut masyarakat Jakarta pasti mengetahui hal itu dengan baik, dimana Anies bahkan tidak takut untuk berhadap-hadapan dengan pemerintah pusat soal upah minimum provinsi.
“Jadi yang betul-betul membela buruh adalah Pak Anies, sekalipun partai buruh tidak mendukung secara langsung, tetapi buruh yang organik betul-betul mendukungnya. Dan saya juga baru tahu bahwa buruh yang tidak bergabung dengan partai itu jauh lebih besar daripada yang bergabung,” ucap Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies ini.
Kemudian soal SDM. Menurut Ramli ini sangat Anies karena dalam visi dan misinya capres nomor urut satu itu memang memberikan penekanan untuk pembangunan manusia.
“Pak Anies menekankan bukan SDM, tapi manusia. Manusia harus menjadi subject pembangunan, jadi soal ini saya kira kita tidak perlu ragukan Pak Anies, sudah dituangkan dalam visi-misinya pembangunan manusia,” ucap Ramli.
“Dan kalau bicara inklusi saya kira ini lebih Anies lagi. Dimana para kaum disabilitas begitu mencintai Pak Anies. Artinya cinta itu tidak datang begitu saja, ada cinta yang juga diberikan Pak Anies. Saya bahkan kemana-mana bertemu kaum disabilitas bersama relawan, mereka sangat mendukung AMIN,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ramli mengatakan terkait intoleransi yang selama ini banyak dijadikan bahan black campaign lawan AMIN, ditegaskan Ramli bahwa itu hanya tuduhan yang tidak pernah bisa dibuktikan.
“Yang terjadi justru sebaliknya kan. Pak Anies sangat toleran, pembangunan gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya diluar Islam beliau bisa fasilitasi dengan baik waktu menjadi Gubernur DKI. Begitupun dengan bantuan-bantuan yang diberikan,” tuturnya.(hab)
Tinggalkan Balasan