JAKARTA RAYA- Perusahaan logistik PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Express) terus menjadi salah satu perusahaan logistik terdepan di Indonesia. Mulai dari Ibu kota Jakarta hingga pelosok tanah air, JNE melayani seluruh pelanggan.

Berkat jaringan dan jangkauan area distribusinya, kini JNE mencakup 64 kantor cabang, lebih dari 83.000 kota, termasuk kabupaten, desa, dan pulau terluar, dengan gerai penjualan berjumlah lebih dari 8.000 titik dan mempekerjakan lebih dari 50.000 karyawan/ti di seluruh Indonesia.

Kunci kesuksesan JNE selama 33 tahun berdiri adalah komitmennya untuk memegang teguh nilai – nilai filosofi perusahaan dan terus melakukan inovasi. Sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman saat menggunakan jasanya.

Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi Soeprapto mengatakan bahwa “Berbagi”adalah kunci utama untuk meraih berkah dalam bisnis. Ia selalu mengingat pesan almarhum ayahnya, Soeprapto Soeparno, yang selalu menganjurkan untuk menyayangi dan memberi santunan untuk anak yatim.

Bagi Feri sapaan akrab dari karyawan, kesuksesan meraup pasar tidak bisa diukur dari seberapa banyak meraih pundi-pundi yang tidak ada batasnya. Tetapi, ada yang jauh lebih penting yaitu bagaimana masyarakat merasakan kehadiran JNE bersama mereka.

Feri juga yakin bahwa kelancaran bisnis JNE diperoleh dari nilai keberkahan usaha. Ia mengatakan bahwa JNE selalu menekankan keberkahan dalam berbisnis.

“Dari sinilah bisnis JNE mendapat berkah bisnisnya,” ujar Feri kepada JAKARTA RAYA beberapa hari lalu.

“Dengan keberkahan itu Allah SWT ridho. Kalau Allah Ridho urusan jadi dilancarkan,” katanya.

Nilai Berbagi, Memberi, Menyantuni dan selalu melakukan Inovasi berhasil melahirkan pelanggan yang loyal hingga memasuki era digital sekarang ini. JNE pun cepat beradaptasi di tengah perubahan zaman dengan menerapkan strategi khusus agar JNE tetap bisa mendampingi kegiatan jual beli dan membutuhkan kehadiran logistik partner di masyarakat.

Feri membagi tiga fase penting sebelum dan sesudah pandemi COVID-19.

Fase pertama, masa sebelum COVID-19

Pada fase ini, pelayanan JNE di dominasi segmen retail. Pelanggan datang ke counter terdekat untuk mengirim barang.

Fase kedua, masa pandemi COVID-19

Pada fase ini, seluruh kegiatan masyarakat dibatasi oleh pemberlakukan PPKM. JNE pun melakukan pengembangan dan inovasi bisnis dan beradaptasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Dalam hal inovasi, JNE mengembangkan aplikasi untuk memudahkan pelanggan mengirim barang. JNE juga menerapkan prosedur protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat bagi para karyawannya.

Fase ketiga, masa pascapandemi COVID-19

Pada fase ini, masyarakat mulai kembali beraktivitas normal. Namun, JNE tetap beradaptasi dan memaksimalkan Inovasi sesuai perkembangan kebutuhan pelanggan.

JNE terus memaksimalkan fasilitas layanan sesuai kebutuhan pelanggan saat ini, misalnya digital payment, warehouse management system, dan inovasi layanan lainnya.

Feri mengatakan bahwa sekarang adalah era di mana kecepatan informasi sangat dibutuhkan. Era yang penuh dengan disrupsi, karenanya JNE harus terus beradaptasi di tengah lompatan zaman.

“JNE harus terus berinovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan serta selalu dapat memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan,” tutup Feri.(ali)