JAKARTARAYA – Pemandangan menyejukkan terlihat di Mushala Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/3/2026) siang.
Saat rintik hujan mengguyur ibu kota, belasan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang akrab disapa Pasukan Oranye, tampak khusyuk belajar membaca Al-Qur’an.
Masih mengenakan seragam kerja lengkap, para petugas pria dan wanita ini memanfaatkan waktu istirahat siang mereka untuk memperdalam ilmu agama.
Didampingi dua orang ustadz muda, mereka mengeja huruf demi huruf hijaiyah dengan penuh semangat.
Inisiatif Mandiri Lurah Sejak Tiga Tahun Lalu
Lurah Kramat Pela, Achmad Syarief, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukanlah program resmi dari Pemprov DKI Jakarta, melainkan inisiatif murni darinya.
Program ini telah berjalan rutin setiap hari Kamis selama tiga tahun terakhir. Rata-rata, para petugas PPSU ini belajar mulai dari nol, dan sekarang sudah bisa membaca Al Quran.
“Bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Mereka rutin setiap hari Kamis siang belajar membaca Al-Qur’an,” ujar Achmad Syarief saat ditemui di lokasi.
Lurah Syarief menuturkan, program ini lahir dari rasa prihatinnya saat mengetahui banyak anggota PPSU yang beragama Islam namun belum lancar membaca Al-Qur’an.
“Mereka beragama Islam, tapi tidak bisa ngaji. Akhirnya saya inisiatif mengajak mereka belajar, dan gurunya saya carikan,” sambungnya.
Gotong Royong untuk Guru Ngaji
Untuk tenaga pengajar, Syarief menggandeng dua ustadz dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebayoran Baru.
Meski para ustadz tersebut mengajar secara sukarela, para petugas PPSU tetap menunjukkan apresiasi mereka melalui sistem infak sukarela.
Setiap kali sesi belajar usai, para petugas mengumpulkan uang seikhlasnya, rata-rata sebesar Rp5.000 per orang.
Uang yang terkumpul kemudian diberikan kepada sang ustadz di akhir bulan sebagai bentuk tanda terima kasih.
“Setiap ngaji mereka mengumpulkan uang, nanti akhir bulan diberikan ke ustadz,” jelas Lurah Syarief.
Lurah Syarief berharap, program ini bisa terus berlanjut, meski dirinya kelak tak jadi Lurah Kramat Pela lagi.
Program mengaji bagi PPSU ini hasilnya bagus. Mereka yang tadinya tidak bisa baca alif ba’ ta’, sekarang sudah pada lancar baca Al Quran, paling tidak untuk surat-surat pendek di juzz amma,” katanya.
Peran Penting PPSU di Jakarta
Sebagai informasi, petugas PPSU merupakan tulang punggung kelurahan dalam menjaga kebersihan, perbaikan, dan pemeliharaan fasilitas umum di Jakarta.
Kehadiran program belajar ngaji ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan spiritual para petugas, tetapi juga memberikan ketenangan batin di sela-sela tugas berat mereka menjaga kenyamanan kota. (MAN)


Tinggalkan Balasan