JAKARTARAYA – Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia menargetkan 120 atlet disabilitas lolos ke gelaran Asian Para Games (APG) 2026 di Nagoya, Jepang.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menegaskan target tersebut demi menjaga martabat bangsa di level Asia. Strategi matang pun mulai dijalankan melalui pemusatan latihan intensif.
“Kami sedang mempersiapkan fondasi yang kuat. Saat ini, sebanyak 150 atlet yang merupakan gabungan dari Pelatnas dan Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas (SKODI) tengah digembleng untuk meningkatkan kompetensi mereka,” katanya dalam keterangan tertulisnya Minggu (15/2/2026).
Fokus Pengumpulan Poin
Rima mengungkapkan, fokus utama NPC Indonesia saat ini adalah memburu poin peringkat dunia, agar para atlet bisa lolos lewat kualifikasi pengumpulan poin.
Para atlet diproyeksikan untuk tampil di berbagai single event internasional guna memastikan posisi mereka aman di klasemen kualifikasi.
Langkah ini penting agar kuota 120 atlet tersebut dapat terpenuhi sebelum api kompetisi dinyalakan di Nagoya pada 18-24 Oktober 2026 mendatang.
Semangat ini menjadi kelanjutan positif setelah prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2025, di mana kontingen Merah Putih berhasil mendominasi dengan raihan fantastis 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Dengan modal mental juara tersebut, Indonesia optimistis mampu berbicara banyak di level yang lebih tinggi dan bersaing dengan raksasa-raksasa olahraga Asia lainnya.
Kirim 150 Atlet Pelatnas dan SKODI Ikut Kualifikasi
Agar tak hilang momentum, NPC Indonesia bergerak cepat dengan mengirimkan atlet-atletnya secara rutin untuk mengejar poin ranking melalui single event.
“Kami mengirimkan hampir 150 atlet gabungan Pelatnas dan SKODI untuk mengikuti kualifikasi, mencari poin ranking maupun poin partisipasi agar bisa meloloskan sebanyak mungkin atlet ke Nagoya,” kata Rima.
Dari jumlah tersebut, paling tidak ada 120 atlet yang lolos ke Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. “Kami harapkan minimal ada 120 atlet yang bisa lolos,” lanjutnya.
Namun begitu, Rima menjabarkan tantangan berat yang akan dihadapi Indonesia di Asian Para Games Nagoya 2026.
Sayangnya, Catur Tidak Dipertandingkan di Jepang
Atlet para catur yang berhasil menyumbangkan 10 emas, 7 perak dan 8 perunggu pada edisi 2022 di Hangzhou, China, tidak akan dipertandingkan di Nagoya.
Padahal, keberhasilan tim para catur memborong medali di Hangzhou membuat Indonesia berhasil mengunci posisi lima besar perolehan medali di Asian Para Games 2022 dengan koleksi 29 emas, 30 perak dan 36 perunggu.
“Untuk target sekarang, kami realistis (target) di sepuluh besar karena ada satu cabor (para catur) andalan yang mendapat sepuluh emas tetapi sekarang tidak dipertandingkan. Jadi, kami akan berusaha untuk masuk sepuluh besar,” ucap Rima.
Di Asian Para Games 2023, NPC Indonesia mempersembahkan 29 emas, 30 perak, dan 37 perunggu. Selain catur, medali juga dipersembahkan atletik, bulutangkis, sepeda, renang, lawn bowls, boccia, judo, powerlifting, tenis meja, dan panahan. (*)


Tinggalkan Balasan