JAKARTA RAYA – UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Tren pendaftar menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Wakil Rektor Bidang Akademik UPN Henry Binsar Hamonangan Sitorus, mengungkapkan kepada JAKARTA RAYA bahwa jumlah pendaftar pada 2025 mencapai lebih dari 94 ribu orang, naik dibandingkan 2024 yang tercatat lebih dari 93 ribu pendaftar.

“Setiap tahun ada kenaikan,” ujar pria bergelar doktor yang memiliki keahlian di bidang teknik tenaga listrik ini.

Khusus jalur SNBP, peningkatan juga terjadi cukup signifikan. Jika pada tahun lalu jumlah pendaftar sekitar 19 ribu, tahun ini mencapai kurang lebih 22.800 calon mahasiswa atau naik sekitar 12 persen.

Saat ini proses seleksi masih berlangsung. SNBP 2026 dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 18 Februari 2026 dan hasilnya dijadwalkan diumumkan pada 31 Maret 2026.

Untuk jalur akademik, penilaian dilakukan berdasarkan nilai rapor selama di SMA. Sedangkan jalur non-akademik mempertimbangkan prestasi seperti juara olahraga, seni, maupun kompetisi lainnya.

Meski demikian, prestasi non-akademik hanya menjadi nilai tambah.

“Kami tidak hanya melihat prestasi, tetapi juga kemampuan akademiknya. Prestasi menjadi penambah poin, namun akademiknya tetap harus baik agar mampu mengikuti perkuliahan,” jelasnya.

Minimal 20 Persen Jalur SNBP

Pada 2026, UPNVJ menyediakan kuota sekitar 4.400 mahasiswa baru. Sesuai ketentuan kementerian, minimal 20 persen atau sekitar 940 kursi dialokasikan untuk jalur SNBP.

Selain SNBP, UPNVJ juga membuka jalur:

SNBT melalui nilai UTBK, Jalur Mandiri, dan sekeksi mandiri PTN Barat yang merupakan konsorsium 38 PTN di wilayah barat Indonesia.

Program studi yang paling diminati setiap tahun mengalami perubahan. Ilmu Komunikasi dan Farmasi pernah menjadi favorit.

Pada SNBP 2026, Ilmu Komunikasi kembali menjadi program studi dengan peminat tertinggi melalui jalur prestasi.

Afirmasi untuk Wilayah 3T

UPNVJ juga membuka jalur afirmasi bagi calon mahasiswa dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Kebijakan ini didasarkan pada prinsip pemerataan akses pendidikan.

Menurut Henry, kondisi fasilitas pendidikan di berbagai daerah tidak sama. Ada sekolah dengan keterbatasan guru maupun laboratorium.

Jika seluruhnya disamakan dengan standar sekolah di kota besar, hal tersebut dinilai kurang adil.

Karena itu, UPNVJ memberikan prioritas agar masyarakat dari wilayah 3T tetap memiliki kesempatan masuk perguruan tinggi negeri.

Program afirmasi ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Meski membutuhkan waktu adaptasi dari sisi budaya dan akademik, mahasiswa dari wilayah 3T dinilai mampu bertahan dan menyelesaikan studi dengan baik.

UKT dan Beasiswa

Sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UPNVJ terbagi dalam delapan kelompok. Kelompok terendah sebesar Rp500 ribu, disesuaikan dengan kondisi ekonomi orang tua.

Jalur SNBP dan SNBT mempertimbangkan kondisi ekonomi, sedangkan jalur mandiri menggunakan UKT tertinggi yang telah ditetapkan.

Meski berbeda jalur masuk, proses perkuliahan dan ijazah yang diterima tetap sama. UPNVJ juga menyediakan berbagai beasiswa, seperti KIP Kuliah, KJP, serta beasiswa dari perbankan.

Imbauan untuk Calon Mahasiswa

Pihak kampus mengingatkan calon mahasiswa untuk memilih program studi sesuai minat dan kemampuan, bukan karena mengikuti pilihan teman.

“Pilihlah sesuai minat agar bisa menjalani perkuliahan dengan senang dan maksimal,” pesannya.

Calon mahasiswa juga diminta mengakses informasi resmi hanya melalui laman www.penmaru.upnvj.ac.id untuk menghindari penipuan.

Kampus telah menyediakan tim yang dapat dihubungi jika membutuhkan informasi tambahan.

Dengan peningkatan jumlah pendaftar setiap tahun, UPNVJ optimistis akan terus menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang semakin diminati dan dipercaya masyarakat Indonesia. (ali)