JAKARTARAYA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BUMD pangan, Perumda Dharma Jaya, mulai tancap gas menyiapkan pasokan hewan kurban untuk menyambut Idul Adha 2026/1447 Hijriah.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai melakukan pembelian sapi dari peternak lokal.
“Saat ini juga kita sudah mulai beli. Makanya tadi saya sampaikan, kita sudah melakukan pendekatan untuk sapi lokal untuk menambah stok untuk Idul Adha,” kata Raditya kepada wartawan, beberapa hari lalu.
Raditya memperkirakan, jumlah sapi yang disiapkan tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan tren kenaikan daya beli masyarakat.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan dari masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah kurban.
Menurut Raditya, pelaksanaan pemotongan hewan kurban dan proses pembelian sapi pada perayaan Idul Adha tahun ini diharapkan kembali terpusat di Dharma Jaya seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi mudah-mudahan Idul Adha seperti biasa akan difokuskan, dipusatkan di Dharma Jaya untuk pemotongan dan pembeliannya. Mudah-mudahan berjalan lancar,” tegasnya.
Berdasarkan tren positif daya beli masyarakat Jakarta, jumlah stok sapi untuk Idul Adha tahun ini diproyeksikan melampaui angka tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun 2024 stok kita di angka 900-an, meningkat menjadi 1.200 di tahun 2025. Melihat tren daya beli yang terus naik, kami optimis stok Idul Adha 2026 akan kembali meningkat,” ujar Raditya.
Strategi Dharma Jaya Menuju Top 50 Kota Global
Selain fokus pada hari raya Idul Adha, Dharma Jaya juga tengah bertransformasi menjadi perusahaan profesional untuk mendukung visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membawa Jakarta masuk ke jajaran Top 50 Kota Global yang berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa strategi utama yang disiapkan:
1. Penguatan Rantai Dingin (Cold Chain)
Dharma Jaya berencana membangun cold storage berkapasitas 5.000 ton di Cakung bekerja sama dengan investor.
Saat ini, fasilitas yang ada sedang direvitalisasi dari kapasitas 850 ton menjadi 1.300 ton guna menjaga keamanan stok pangan hewani.
2. Ekspansi Bisnis Hulu ke Hilir
Untuk memperkuat supply chain, Dharma Jaya menyusun empat langkah strategis:
- Penambahan saluran distribusi (hub channel).
- Pembangunan Swalayan Protein pada tahun 2028.
- Pembangunan Pasar Daging.
- Pengembangan unit bisnis Resto dan Cafe.
3. Peningkatan Kuota Impor Sapi
Dharma Jaya menargetkan peningkatan kontribusi pemenuhan daging di Jakarta yang mencapai 73.100 ton per tahun.
Pada tahun 2026, perusahaan akan mendapatkan kuota impor 500 ekor sapi potong, melengkapi kuota sebelumnya dari Australia.
Inovasi Layanan: Vending Machine Daging dan Energi Hijau
Direktur Bisnis Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan, menambahkan bahwa akses masyarakat terhadap protein hewani akan dipermudah melalui teknologi.
Salah satunya adalah perluasan jangkauan vending machine produk protein yang saat ini sudah tersedia di MRT Lebak Bulus.
Tak hanya soal pangan, Dharma Jaya juga berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan melalui rencana pemasangan solar panel di atap kandang sebagai upaya menurunkan emisi karbon di Jakarta. (MAN)


Tinggalkan Balasan