JAKARTA RAYA – Seorang mantan jenderal bintang tiga Polri menduga Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi dimanipulasi oleh oknum pejabat. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah itu dinilai menyedot anggaran sangat besar.
Hal tersebut disampaikan Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun dalam sebuah podcast yang dikutip Sabtu (17/1/2026).
Menurut Dharma, MBG dirancang sebagai program dengan anggaran terbesar untuk isu gizi dan pengentasan kemiskinan. Namun, ia menilai pendekatan tersebut keliru karena berangkat dari asumsi bahwa masyarakat Indonesia berada dalam kondisi miskin.
“Artinya sistem ini sudah menganggap bahwa Indonesia miskin. Padahal yang seharusnya diselesaikan adalah kemiskinannya, sehingga makanan bergizi itu menjadi pilihan, bukan karena terpaksa,” ujar Dharma.
Ia menegaskan secara pribadi menolak program MBG dan meminta masyarakat berani menyuarakan penolakan terhadap kebijakan tersebut.
Dharma juga menduga adanya manipulasi dalam pendataan dan pengelolaan keuangan program MBG. Menurutnya, program tersebut dijalankan agar anggaran negara dapat dicairkan melalui skema proyek.
“Program ini harus ada supaya uang bisa keluar. Karena uang hanya boleh keluar kalau ada program,” katanya.
Ia menilai MBG saat ini diposisikan sebagai proyek strategis, menggantikan fokus pembangunan infrastruktur pada periode sebelumnya.
“Dulu kebanyakan proyek strategis itu infrastruktur. Sekarang dialihkan ke sini, ke MBG. Memang seperti itu pola dan garis waktunya,” tambah Dharma. (hab)


Tinggalkan Balasan