JAKARTA RAYA, Depok – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) negeri dan swasta di Kecamatan Limo mengikuti kegiatan Lomba-Lomba Pendidikan (LLP) sebagai upaya menumbuhkan karakter sekaligus meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik.

Kegiatan yang dipusatkan di SDN Limo 2 ini diikuti oleh ratusan peserta dari empat kelurahan, yakni Meruyung, Krukut, Grogol, dan Limo. Berbagai cabang lomba digelar, di antaranya Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Festival Literasi Siswa Indonesia (FLSI), serta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Kepala Seksi Kurikulum, Arif Hendrawan, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar meraih kemenangan, melainkan membangun karakter siswa.

“Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi keberanian untuk mencoba, belajar, dan berkembang dengan menjunjung tinggi kejujuran serta sportivitas,” ujarnya usai pembukaan kegiatan, Senin (7/4/2026).

Ia juga menekankan bahwa nilai kejujuran menjadi fondasi utama dalam setiap perlombaan.

“Kalau tidak jujur, percuma menjadi juara. Justru dengan kejujuran, keberhasilan akan terasa lebih bermakna,” tambahnya.

Meski Kecamatan Limo tergolong wilayah kecil di Kota Depok, Arif optimistis para siswa mampu bersaing dengan kecamatan lain yang lebih besar.

“Di Depok ada 11 kecamatan. Melalui LLP ini, siswa punya peluang untuk melanjutkan ke jenjang SMP negeri. Namun, sekolah swasta juga memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Limo 2, Triningsih, mengatakan bahwa LLP menjadi ajang penting dalam meningkatkan semangat kompetisi sekaligus mempererat silaturahmi antar sekolah.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian lomba akan berlangsung mulai 9 April 2026 di sejumlah sekolah yang telah ditentukan, dan dijadwalkan berakhir pada awal Mei 2026.

“Total peserta mencapai ratusan siswa dari berbagai cabang lomba. Ini menjadi wadah bagi siswa untuk menggali potensi dan meraih prestasi,” ungkapnya.

Triningsih juga mengingatkan para peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai sarana pembelajaran.

“Prestasi tidak datang dari keberuntungan, tetapi dari kerja keras, disiplin, dan doa. Jadilah siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memiliki nilai-nilai karakter kuat yang menjadi bekal di masa depan. (ema)