JAKARTA RAYA-Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menyampaikan bahwa Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam tidak berupaya mengakuisisi PPP melalui kerabatnya.

“Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai manapun,” ujar Gus Rommy sapaan akrab Romanhurmuziy dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin (26/6).

Ia mengatakan, Haji Isam adalah seorang pengusaha yang memiliki jaringan komunikasi yang luas dan berteman dengan seluruh partai politik.

Menurut dia, Haji Isam sebagai pengusaha tidak perlu melakukan hal tersebut. Bisa dilihat, berapa banyak anggota kabinet Merah Putih lintas partai adalah ‘orang Haji Isam’.

“Kami seluruh kader PPP memang sedang talent scouting mencari pemimpin extra ordinary ke depan yang bersedia mewakafkan resource yang dimilikinya utk membantu PPP kembali ke Senayan,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis rumor yang beredar yang menyebutkan bahwa Haji Isam ‘mengakuisisi’ PPP.

Tetapi, Gus Rommy mengakui telah berkali-kali membujuk Andi Amran Sulaiman (Mentan) untuk bersedia maju sebagai calon Ketum PPP September 2025 nanti. Pilihan Gus Rommy ke Amran tidak lepas dari kedekatannya selama hampir dua dekade.

“Sampai saya harus ke Makasar meyakinkan beliau. Sampai saat ini pun, Pak Amran masih ‘wait and see,” kata Gus Rommy.

Sekarang, PPP tidak lolos ke Senayan pada Pemilu 2024, menimbulkan keprihatinan yang luas di mata seluruh kader Partai.

Padahal, secara perolehan, suara DPRD kabupaten/kota masih 8,3 juta atau setara 35 kursi nasional, jauh di atas suara DPR RI yang hanya 5,8 jt.

Artinya, PPP dengan sejarah panjangnya ini, secara elektoral masih sangat potensial utk kembali ke Senayan pada Pemilu 2029.

“Saya berusaha sebisa mungkin agar partai ini kembali ke Senayan. Effort utk ke situ maha berat. Mengingat belum ada satu sejarah pun sejak 1998, partai yang terlempar dari Senayan mampu kembali,” ujarnya.

Karenanya, Gus Rommy berusaha membujuk banyak tokoh yang ia nilai mampu, seperti Sandiaga Uno, Gus Ipul, Dudung Abdurrahman, Mardzuki Ali, Agus Suparmanto, sampai Amran Sulaiman.

Bahkan, nama Anies Baswedan pun pernah dibujuk untuk bersedia masuk dan memimpin PPP pada akhir Desember 2024 lalu.

“Beberapa kali saya diskusi dengan Pak Jokowi, termasuk yg di Solo, memang salah satu sebab mengapa kemudian semakin fokus nama pak Amran,” cetusnya.

Menurut Gus Rommy, Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Amran jika diberikan sebuah amanah.

“Nama-nama tersebut semuanya murni pemikiran saya, kecuali Pak Agus Suparmanto yg didorong oleh gus Yasin (Wagub Jateng),” Jelasnya.

Upaya ini, kata Gus Rommy bukan ikhtiar tunggal dirinya. Seluruh kader PPP sepakat tentang “mencari putra terbaik bangsa” ini.

Bahkan sejak Bulan Ramadhan 2025 lalu, Ia sudah mengajak sejumlah pimpinan senior DPP, termasuk Sekjen Arwani untuk bersilaturahmi dengan Amran.

Begitupun Plt Ketum PPP, Mardiono, juga mengikuti apa yg dirintis oleh Gus Rommy yang sudah beberapa kali bertemu dengan Amran.

Bahkan sesudah lebaran, Mardiono mengumpulkan belasan DPW di Pantai Gapura, guest house pribadi milik Amran di Makassar utk ber-halal bi halal.

“Bagi saya, maknanya tunggal, bahwa pak Mar sudah menerima jika pak Amran memimpin PPP ke depan,” tutupnya. (ali)