“Indonesia mayoritas Umat Islam. Kami selalu menjaga kesehatan sapi dan kehalalannya. Semangat itu tertanam dalam semua elemen di Dharma Jaya. Dan untuk menghadapi tantangan ke depan di bidang peternakan, khususnya penggemukan sapi, pengembangan peralatan laboratorium serta unit R&D sangat penting. Karena sektor peternakan saat ini semakin membutuhkan dukungan teknologi, riset dan pengawasan kesehatan ternak yang lebih baik.”
JAKARTARAYA – Dokter Hewan Diki Firmansyah sudah berbakti hampir 1o tahun di Perumda Dharma Jaya. Saat kami wawancarai, ia bercerita tentang perpaduan ilmu Pengetahuan dan Seni dalam penggemukan sapi, serta kendala dan tantangannya. Berikut kutipan wawancaranya:
Pak Dokter, Apakah ada metode standar yang bisa dijelaskan dalam penggemukan sapi?
Penggemukan sapi yang dilakukan di Perumda Dharma Jaya dilakukan dengan system intensif. Yang mana pada sistem intensif ini, sapi digemukkan dengan cara dikandangkan. Tiap kandang besisi 50 ekor sapi, yang diberikan akses makan dan minum secara bebas.
Dengan metode ini, pemberian pakan sapi terukur sesuai dengan kebutuhan hidup sapi. Dengan sistem ini, sapi lebih nyaman sehingga produktivitas sapi akan semakin baik.
Metode ini juga mempermudah dalam pemantauan kesehatan sapi setiap hari yang dilakukan oleh dokter hewan Perusahaan.
Apa saja faktor yang mempengaruhi kualitas dalam penggemukan sapi, dapatkah dijelaskan?
Banyak faktor yang memperngaruhi kualitas dalam penggemukan sapi, di antaranya;
Pertama, jenis dan genetik sapi. Genetic sapi merupakan faktor penting dalam proses penggemukan sapi.
Dengan genetik sapi yang bagus, maka ratio pakan yang diberikan untuk menghasilkan daging akan semakin tinggi.
Genetik sapi yang baik juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan sapi. Karena sapi yang memiliki genentik baik akan tahan terhadap lingkungan yang esktrem, serta tahan terhadap beberapa penyakit.
Kedua, tentang Pakan. Pakan merupakan factor utama dalam bisnis sapi potong. Dengan pakan yang bagus maka pertambahan berat sapi per hari serta kualitas daging yang dihasilkan akan baik.
Kami memilih pakan bersumber dari beberapa produk local yang bersasal dari hasil sampingan industi pertanian dan perkebunan.
Pakan yang kami pilih adalah pakan yang ketersediaannya melimpah, harga murah dan memiliki nutrisi yang tinggi.
Ketiga, manajemen pemeliharaan. Menejemen pemerliharaan meliputi pemberian pakan, pemeriksaan dan pengobatan sapi, kebersihan kandang dan handling sapi.
Pemeliharaan sapi di Perumda Dharma Jaya dilakukan secara pofesional, yang mana kami menerapkan prinsip animal welfare, di mana sapi dipelihara di dalam kandang yang nyaman, bebas dari rasa sakit, serta bebas berinteraksi dengan sapi lainya.
Dokter, apakah perlu melakukan inovasi pakan dan seperti apa contohnya agar sapi dapat beradaptasi dengan pakan tersebut ?
Kita sangat perlu melakukan inovasi pakan. Ketika sumber pakan ternak sedang terbatas, diperlukan inovasi. Inovasi pakan membantu agar sapi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga proses penggemukan tidak terhenti.
Beberapa contoh invovasi pakan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
Pertama, apa yang disebut Silase. Silase merupakan fermentasi jagung yang dikemas secara anaerob. Pakan ini memiliki nutrisi yang tinggi dan mudah dicerna serta dapat disimpan selama 6 bulan.
Kemudian Amoniasi Jerami, merupakan fermentasi jerami dengan tetes tebu. Pakan ini merupakan sumber serat ketika musim kemarau dan dapat bertahan selama beberapa bulan.
Apakah lingkungan/kandang mempengaruhi dalam proses penggemukan? Lalu lingkungan seperti apa yang menjadi faktor penting dalam penggemukan?
Lingkungan atau kandang sangat mempengaruhi proses penggemukan ternak. Lingkungan yang tidak tepat bisa membuat ternak stres, nafsu makan turun, pertumbuhan lambat, bahkan mudah sakit. Sebaliknya, kandang yang baik membuat ternak lebih nyaman, makan lebih banyak, dan pertumbuhan lebih cepat.
Faktor lingkungan kandang yang berpengaruh dalam penggemukan sapi, yaitu: Pertama , Suhu dan Kelembapan.
Suhu terlalu panas, ternak akan stress dan nafsu makan akan menurun. Suhu terlalu dingin, ternak akan mengeluarkan banyak energi karena pakan dipakai untuk menghangatkan tubuh, bukan untuk pertumbuhan.
Kedua, Sirkulasi Udara (Ventilasi). Udara harus mengalir dengan baik agar amonia dari kotoran tidak menumpuk. Ventilasi yang buruk bisa menyebabkan penyakit pernapasan dan nafsu makan menurun.
Ketiga, Kebersihan Kandang. Kandang yang kotor memicu bakteri, parasit, dan penyakit. Kotoran sebaiknya dibersihkan secara rutin, agar ternak tetap sehat.
Keempat, Pencahayaan. Cahaya cukup membantu aktivitas makan dan metabolism. Sebab, kandang terlalu gelap bisa membuat ternak kurang aktif makan.
Apakah sapi yang sakit dapat dikenali secara kasat mata atau sepintas saja? Ciri-ciri sapi sakit itu seperti apa, Dok?
Ciri sapi sakit yang dapat dilihat dengan kasat mata antara lain: nafsu makan dan minum menurun, keluar leleran lendir tidak normal dari mata, hidung atau mulut kering, mata sayu, cekung dan cenderung mengantuk, bulu kotor (tidak berkilau) dan gerakan lesu, sulit berdiri atau berjalan, feses diare atau keras, kulit tidak elastis, hidung dan mulut kering, demam, frekuensi napas dan denyut nadi tidak normal, dan sapi terpisah dari kelompok.
Sejalan dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan ilmu kesehatan SAPI, apakah ada pengalaman spesifik, seperti saat COVID-19 ?
Kami pernah menghadapi penyebaran virus PMK (penyakit mulut dan kuku) pada tahun 2022. PMK memberikan dampak besar karena dapat menurunkan produktivitas ternak, menyebabkan kerugian ekonomi serta menggangu pedagangan dan pasokan produk peternakan.
PMK adalah penyakit virus yang sangat menular pada ternak berkuku belah, terutama sapi yang dapat menyebabkan luka infeksi pada mulut dan kuku sapi.
Kami menghadapi virus PMK dengan beberapa tindakan antara lain vaksinasi massal, pembatasan lalu lintas ternak dan peningkatan biosecurity area peternakan. Dengan langkah tersebut, saat ini di peternakan kami bebas virus PMK.
Apakah ada perbedaan antara penggemukan sapi dengan cara kandang dan dilepas ke alam atau ke sebuah area padang rumput untuk pengembalaan (Range/pastura)?
Ada perbedaan penggemukan sapi dengan sistem kandang (intensif) dan sistem dilepas di padang rumput (pastura) cukup besar, terutama pada kontrol pakan, biaya dan kecepatan pertamabahan berat badan.
Pertama, sistem penggemukan di kandang (intensif). Sistem penggemukan ini dilakukan dengan cara sapi dipelihara di dalam kandang secara terus menerus. Sapi disediakan pakan dan minum oleh peternak.
Kelebihan sistem ini adalah pakan dapat dikontrol kualitas dan jumlah, pertambahan bobot lebih cepat dan dapat lebih mudah mengkontrol kesehatan ternak.
Kedua, sistem penggemukan penggembalaan (pastrura). Sistem penggemukan ini dilakukan dengan cara sapi dilepas di area padang rumput untuk mencari pakan sendiri.
Kelebihan sistem ini adalah biaya pakan lebih murah karena sapi mencari pakan sendiri, biaya tenaga kerja sedikit dan sapi tidak mudah stress karena bebas bergerak dan mengekresikan naluri alamiahnya.
Menghadapi tantangan ke depan, apakah perlu pengembangan peralatan Laboratorium di Perumda Dharma Jaya dan apakah ada program Research and Development (R&D) bekerja sama dengan Universitas dalam Negeri /Luar Negeri ?
Untuk menghadapi tentangan ke depan di bidang peternakan, khususnya penggemukan sapi, pengembangan peralatan laboratorium serta unit R&D sangat penting.
Hal ini karena sektor peternakan saat ini semakin membutuhkan dukungan teknologi, riset dan pengawasan kesehatan ternak lebih baik.
Dengan penguatan laboratorium dan R&D kami mendapatkan manfaat antara lain; meningkatkan ketahanan terhadap wabah penyakit ternak, manghasilkan produk daging yang lebih berkualitas, meningkatkan efisiensi produksi, dan tentunya memperkuat posisi perusahaan dalam ketahanan pangan, khususnya di Jakarta. (DM/MAN)


Tinggalkan Balasan