JAKARTARAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar forum dialog santai bertajuk “Chit-chat: Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Acara ini menjadi ajang refleksi satu tahun masa jabatan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam membenahi Ibu Kota.
Kegiatan yang berlangsung di area amphitheater ini dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta anggota DPRD DKI Jakarta.
Forum ini bertujuan memaparkan capaian kinerja sekaligus mengevaluasi persoalan Jakarta yang masih menjadi tantangan besar.
Capaian 97 Persen 40 Program Quick Wins
Dalam pemaparannya, Wakil Gubernur Rano Karno mengungkapkan bahwa mayoritas program prioritas yang dicanangkan di awal jabatan telah membuahkan hasil signifikan.
“Dari 40 program Quick Wins yang kami jalankan, saat ini realisasinya sudah mencapai sekitar 97 persen,” ujar pria yang akrab disapa Bang Doel tersebut.
Meski capaian angka tersebut tergolong tinggi, Rano mengakui bahwa Pemprov DKI tidak boleh berpuas diri karena masih ada pekerjaan rumah (PR) besar yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan warga.
Tiga Masalah Utama Jakarta Jadi Prioritas
Dalam dialog dengan berbagai elemen lapisan masyarakat tersebut, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada penyelesaian masalah fundamental Jakarta.
Ia menekankan bahwa pembangunan “dari bawah” bukan sekadar slogan, melainkan upaya menuntaskan persoalan di Jakarta dari level akar rumput.
Menurut Pramono, setidaknya ada tiga masalah utama yang tetap menjadi prioritas di sisa masa jabatannya, yaitu:
– Penanggulangan Banjir: Optimalisasi drainase dan normalisasi sungai.
– Kemacetan: Penguatan integrasi transportasi publik.
– Pengentasan Kemiskinan: Program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Kami berkomitmen penuh untuk menuntaskan berbagai persoalan yang hingga kini masih belum selesai. Transformasi Jakarta menjadi kota global harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Pramono.
Refleksi di Ruang Publik
Pemilihan Taman Bendera Pusaka sebagai lokasi dialog memberikan kesan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi publik.
Forum “Chit-chat” ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan Jakarta di tahun-tahun mendatang.
Dengan sisa 3 persen program Quick Wins yang belum rampung, duet Pramono-Rano optimistis dapat meninggalkan warisan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan bagi warga Jakarta. (MAN)


Tinggalkan Balasan