JAKARTARAYA – Suasana hangat Ramadan kini menyelimuti Kota Mode. Bagi ribuan diaspora Indonesia di Prancis, jarak ribuan kilometer dari tanah air bukan penghalang untuk merayakan bulan suci dengan khidmat.

Melalui rangkaian kegiatan di KBRI Paris, tradisi khas Nusantara tetap hidup meski berada di jantung Eropa.

Bekerja sama dengan Perhimpunan Masyarakat Islam Indonesia di Prancis (PERMIIP), KBRI Paris menghadirkan semarak Ramadan 1447 H melalui berbagai agenda religius dan sosial.

Fasilitas Ibadah dan Kebersamaan

Rangkaian kegiatan tahun ini dirancang inklusif, mulai dari Tadarus Al-Quran daring dan kelas pembelajaran Al-Quran.

Juga ada pengajian umum serta kelas khusus untuk anak-anak, Kajian Ramadan yang dilanjutkan dengan shalat berjamaah dan tarawih.

Selain itu, juga ada layanan zakat. Berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa untuk menerima dan menyalurkan zakat fitrah dari masyarakat Indonesia di Prancis.

Bukber: Obat Rindu Menu Nusantara

Setiap akhir pekan, tak kurang dari 200 warga dan diaspora berkumpul untuk Buka Puasa Bersama (Bukber). Momen ini menjadi yang paling dinantikan, terutama bagi para mahasiswa dan profesional muda.

“Menjalani Ramadan jauh dari keluarga tentu menantang. Tapi kegiatan di KBRI menghadirkan suasana kekeluargaan yang membuat Paris terasa lebih dekat dengan rumah,” ujar Salma dan Aliyah, mahasiswa Digital Marketing di Paris.

Hal senada diungkapkan Nayla, seorang profesional muda yang mengaku sangat merindukan menu takjil dan hidangan khas Ramadan Indonesia.

Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan upaya memperkokoh persatuan bangsa.

“Penyelenggaraan Ramadan di KBRI Paris adalah bagian dari upaya mempererat persaudaraan di antara putra-putri bangsa, agar nilai kebersamaan tetap terjaga meski jauh dari tanah air,” tutur Dubes Oemar.

Persiapan Shalat Idul Fitri 1447 H

Sebagai puncak perayaan, KBRI Paris tengah mempersiapkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri berjamaah.

Mengingat terdapat sekitar 5.140 WNI yang menetap di Prancis—di mana mayoritas berdomisili di wilayah Île-de-France (Paris dan sekitarnya)—acara ini diprediksi akan menjadi titik temu terbesar bagi masyarakat Indonesia tahun ini.

Kegiatan rutin tahunan ini terbukti efektif menjadi wadah silaturahmi bagi berbagai kalangan, mulai dari pekerja profesional, mahasiswa, hingga keluarga diaspora yang telah lama menetap di Prancis. (MAN)