JAKARTA RAYA — Pergantian tahun kerap identik dengan pesta kembang api dan petasan. Namun menjelang malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menghadirkan alternatif perayaan yang lebih reflektif dan sarat makna melalui kegiatan Indonesia Berzikir.
Bekerja sama dengan Majelis Zikir Az-Zikra dan Masjid Agung At-Tin, kegiatan ini akan digelar selama dua hari, 30–31 Desember 2025, bertempat di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Berzikir, Ust. H. Syahruddin El Fikri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian program sosial, edukatif, dan spiritual yang digelar Rumah Berkah Nusantara.
“Indonesia Berzikir menjadi penutup dari berbagai kegiatan, mulai dari khitanan massal bagi anak yatim dan dhuafa, santunan yatim, bazar buku dan UMKM, donor darah, diskusi kuliner dan parenting, belajar Al-Qur’an metode 30 menit, hingga diskusi buku dan kepenulisan,” ujar Syahruddin, Minggu (28/12/2025).
Syahruddin yang juga Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara menambahkan, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dan memberikan tausiyah. Di antaranya Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar serta Komisioner BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad.
Selain itu, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh KH. Manarul Hidayat (PBNU), KH. Cholil Nafis, Ph.D (MUI), KH. Adrian Mafatihallah Kariem, MA selaku Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa, serta penampilan qari internasional yang akan menambah kekhidmatan acara.
Menurut Syahruddin, Indonesia Berzikir bukan dimaksudkan untuk menghakimi cara masyarakat merayakan malam tahun baru, melainkan sebagai tawaran pilihan yang lebih menenangkan dan bermakna.
“Kami hanya mengajak masyarakat menyambut tahun baru dengan muhasabah dan doa bersama, agar kehidupan ke depan bisa menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi bangsa yang tengah diuji oleh berbagai bencana alam di sejumlah daerah. Menurutnya, momentum akhir tahun semestinya menjadi ruang untuk menumbuhkan empati dan solidaritas.
“Saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sedang membutuhkan bantuan. Akan jauh lebih bermanfaat jika dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dialihkan untuk membantu mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Zikir Az-Zikra, KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf, menilai pergantian tahun adalah momentum tepat untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Sudahi hura-hura. Mari kita isi malam tahun baru dengan berzikir, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ajaknya.
Ia menegaskan, muhasabah merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas iman dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kita jangan lalai. Jangan sampai dosa dan kemaksiatan menjauhkan kita dari Allah. Inilah saatnya kita kembali mendekat dan memperbaiki diri,” pungkasnya. (ema)


Tinggalkan Balasan