JAKARTA RAYA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis peringatan dini terkait ancaman fenomena iklim ekstrem yang diprediksi melanda Indonesia tahun ini.

Fenomena El Nino dengan intensitas kuat, atau yang populer disebut El Nino Godzilla, diperkirakan akan memicu musim kemarau yang jauh lebih panjang dan kering dari biasanya.

Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh anomali pemanasan suhu permukaan laut yang signifikan di Samudra Pasifik ekuator.

“Kondisi ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering,” ungkap Erma melalui akun Instagram resmi @brin_indonesia, dikutip Selasa (24/3/2026).

Kolaborasi El Nino Godzilla dan IOD Positif

Tantangan iklim tahun ini kian berat dengan munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif. Kombinasi keduanya menyebabkan awan hujan lebih banyak terkonsentrasi di Samudra Pasifik.

Dampaknya, wilayah Indonesia—khususnya bagian barat dan selatan—akan mengalami kekosongan awan dan minim curah hujan dalam durasi yang lama.

6 Risiko Kesehatan Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Selain ancaman kekeringan, suhu menyengat yang menyertai El Nino Godzilla membawa risiko medis serius. Berikut adalah 6 gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai:

  • Serangan Migrain: Paparan suhu tinggi dan kelembapan ekstrem menjadi pemicu utama sakit kepala hebat bagi ribuan orang.
  • Serangan Jantung: Saat suhu lingkungan melonjak, jantung bekerja ekstra keras memompa darah ke kulit untuk proses pendinginan. Beban berat ini sangat berisiko bagi penderita gangguan jantung.
  • Stroke: Tekanan panas ekstrem menekan sistem pembuluh darah, terutama pada lansia dengan riwayat hipertensi.
  • Heat Stroke (Sengatan Panas): Kondisi darurat medis yang ditandai dengan bicara melantur, kebingungan, hingga kejang. Jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.
  • Gangguan Tekanan Darah: Kehilangan cairan lewat keringat dapat menyebabkan tekanan darah merosot tajam (hipotensi) atau justru melonjak karena tubuh dipaksa bekerja keras mendinginkan suhu internal.
  • Dehidrasi Akut: Terjadi saat volume cairan tubuh yang keluar tidak sebanding dengan asupan air. Gejalanya meliputi mulut kering, pusing, hingga detak jantung meningkat tajam.

Imbauan Pemerintah

Menghadapi ancaman cuaca ekstrem 2026, pemerintah mengimbau masyarakat untuk:
– Menjaga kecukupan asupan air putih harian.
– Menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam puncak (tengah hari).
– Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala gangguan kesehatan di atas. (*)