JAKARTA RAYA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) terus mempercepat agenda internasionalisasi pendidikan tinggi dengan menjajaki kerja sama strategis bersama perguruan tinggi terkemuka di Malaysia yang tergabung dalam Alliance of Government-Linked Universities (GLU Malaysia). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan program pascasarjana double degree, riset kolaboratif, mobilitas mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat (PKM) berskala internasional.

Langkah tersebut disampaikan Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa dalam rangkaian peluncuran GLU–APERTI BUMN Student Engagement Programme 2026 yang berlangsung pada 12–14 Januari 2026 di Malaysia.

Prof. Iwa menjelaskan, kerja sama internasional ITPLN dirancang dalam empat pilar utama, yakni akademik, riset, student mobility, dan keberlanjutan (sustainability), dengan penekanan pada implementasi nyata.

“Kami ingin kolaborasi ini menghasilkan dampak konkret. Tidak hanya pertukaran akademik, tetapi juga penguatan kapasitas riset, peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen, hingga pengabdian kepada masyarakat lintas negara,” ujar Prof. Iwa di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam pengembangan program double degree pascasarjana, ITPLN menjajaki kerja sama dengan Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) dan Multimedia University (MMU). Kedua kampus tersebut telah menyatakan kesiapan untuk mendukung skema pendidikan bersama.

Melalui skema ini, mahasiswa program magister ITPLN berpeluang mengikuti riset selama satu bulan hingga satu semester di UNITEN atau MMU, dan sebaliknya mahasiswa Malaysia dapat melakukan riset di ITPLN. Model resiprokal ini dinilai efektif untuk mempercepat transfer pengetahuan, penguatan jejaring akademik, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah.

“Proyek kajian bisa dikerjakan bersama, baik bertema Indonesia maupun Malaysia. Para pakar dari masing-masing institusi dapat saling melengkapi sesuai bidang keahlian. Ini penting untuk membangun ekosistem riset internasional yang berkelanjutan,” tegas Prof. Iwa.

Di bidang transisi energi, kolaborasi ITPLN dan UNITEN juga dinilai strategis. UNITEN memiliki Institute of Nuclear Technology yang sepadan dengan GINEST (Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Technology) milik ITPLN. Kedua institusi membuka peluang diskusi dan riset bersama, seiring arah kebijakan energi nasional Indonesia, termasuk wacana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Kerja sama akademik turut diperluas melalui program guest lecture daring, yang memungkinkan dosen dari Malaysia mengajar mahasiswa ITPLN secara online. Sementara itu, bersama MMU, ITPLN menjajaki penyelenggaraan program magister (S2) di Indonesia dengan skema gelar ganda dari MMU dan ITPLN.

“Skema ini sangat relevan untuk pengembangan sumber daya manusia, termasuk bagi pegawai PLN. Mahasiswa berkesempatan memperoleh gelar dari dua institusi dengan standar internasional,” ujar Prof. Iwa.

Seluruh kolaborasi ini diperkuat dengan pengembangan program e-mobility yang diarahkan menjadi PKM internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen ITPLN dalam membangun pendidikan tinggi berkelas dunia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat global dan pembangunan berkelanjutan. (hab)