JAKARTARAYA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya layanan kesehatan dengan pendekatan jemput bola ke rumah warga kelompok rentan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat meninjau Puskesmas Pembantu Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2/2026).

Gubernur Pramono minta agar Puskesmas memperkuat layanan kesehatan primer yang tidak hanya mengandalkan fasilitas, tetapi juga aktif menjangkau kelompok rentan melalui pendekatan jemput bola.

Menurut Pramono, Puskesmas memegang peran vital sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, layanan yang diberikan harus benar-benar terasa manfaatnya bagi warga.

“Puskesmas adalah ujung tombak layanan kesehatan warga. Karena itu, fasilitas kesehatan primer harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Layanan Proaktif Tim Pasukan Putih

Dalam kunjungannya, Gubernur Pramono meninjau sejumlah ruang layanan, berdialog dengan tenaga kesehatan, serta menampung aspirasi warga. Ia menegaskan bahwa pengambilan kebijakan harus berbasis kondisi riil di lapangan.

“Kunjungan ini penting untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan menyerap berbagai masukan,” katanya.

Salah satu sorotan utama adalah layanan proaktif tim Pasukan Putih, yang sepanjang 2025 telah melakukan 83 kunjungan rumah bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Gubernur Pramono menilai strategi layanan proaktif tim Pasukan Putih ini sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok rentan.

“Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di fasilitas, tetapi juga harus menjangkau warga dengan keterbatasan mobilitas,” ucapnya.

Puskesmas Pembantu Serdang Layani 35.450 Jiwa

Puskesmas Pembantu Serdang melayani sekitar 35.450 jiwa dan mencatat rata-rata 96 kunjungan pasien per hari.

Selain layanan klinis, Puskesmas ini juga didukung 13 Posyandu aktif serta telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP), pendekatan berbasis siklus hidup agar layanan kesehatan lebih terarah dan berkelanjutan.

Gubernur Pramono menilai ILP sebagai langkah penting dalam menciptakan pelayanan yang lebih komprehensif.

“Pendekatan berbasis siklus hidup membuat layanan kesehatan lebih komprehensif. Dengan ILP, setiap warga mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya,” tuturnya.

Politikus PDIP itu berharap Puskesmas Pembantu Serdang dapat menjadi contoh bagi puskesmas pembantu lainnya di Jakarta, terutama dalam menghadirkan layanan humanis dan responsif.

“Kami ingin pelayanan kesehatan di Jakarta semakin humanis, cepat, dan bermutu. Puskesmas Pembantu Serdang diharapkan dapat menjadi role model,” pungkasnya. (MAN)