JAKARTARAYA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menertibkan fenomena “manusia gerobak” yang kerap menjamur menjelang bulan suci Ramadhan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketertiban umum sekaligus meminimalisir praktik mengemis musiman di ibu kota. Farah menyoroti bahwa peningkatan volume pengemis sering kali dipicu oleh tradisi masyarakat yang cenderung meningkatkan sedekah selama bulan puasa.
“Kami mendukung penuh penertiban ini. Upaya tersebut penting agar kita tidak membiasakan atau justru mengundang warga, baik dari dalam maupun luar Jakarta, untuk mengemis di sembarang tempat,” ujar Farah saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Mengganggu Estetika Kota
Farah berharap, penertiban ini dapat menjaga estetika kota tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah di ruang publik.
“Penertiban yang dimaksud ini pasti manfaatnya agar kita tidak membiasakan atau mengundang banyak warga, baik warga Jakarta maupun luar, untuk mengemis di sembarang tempat,” katanya.
Farah menekankan bahwa penertiban harus disertai pembinaan yang terstruktur. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat kerja sama dengan Dinas Sosial DKI Jakarta dalam penanganan tunawisma, melalui panti sosial yang menyediakan ruang pembinaan dan pelatihan keterampilan.
“Dinas Sosial kan pasti punya beberapa panti yang bisa diarahkan untuk para tunawisma ini. Bisa ada pengembangan pelatihan-pelatihan supaya mereka juga bisa mendapatkan pekerjaan atau tahu cara mengembangkan skills-nya untuk mencari rezeki, di luar dari sekadar meminta,” ujarnya.
Harap Penertiban Dilakukan dengan Humanis
Meski mendukung penertiban manusia gerobak, anggota Komisi E DPRD itu mengingatkan agar penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis.
“Kita juga harus lebih peka dan tidak hanya sekadar menertibkan ya, karena gimana pun juga mereka adalah manusia, kita harus treat mereka dengan baik,” tandasnya.
Diketahui, Gubernur Pramono Anung menyatakan akan melakukan penertiban terhadap manusia gerobak yang kerap muncul di jalanan ibu kota terutama saat bulan Ramadhan.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI akan melakukan penertiban tersebut dengan pendekatan yang lebih manusiawi. “Kita akan menertibkan, tetapi dengan cara yang manusiawi,” ujarna. (*)


Tinggalkan Balasan