JAKARTARAYA – Pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, dikabarkan tewas dalam operasi militer udara yang dilancarkan Pakistan di wilayah Afghanistan baru-baru ini.

Kabar mengejutkan ini muncul di tengah perang Afghanistan vs Pakistan, akibat eskalasi konflik perbatasan yang kembali memanas antara kedua negara.

Meski demikian, hingga saat ini pihak Taliban belum memberikan konfirmasi resmi terkait kondisi sang pemimpin misterius tersebut.

Berawal dari Unggahan OSINT Europe

Laporan mengenai kematian Akhundzada pertama kali mencuat melalui sejumlah media internasional seperti Views Bangladesh, Firstpost, dan The Sunday Guardian.

Berdasarkan laporan yang dikutip pada Jumat (27/2/2026), sumber informasi ini merujuk pada unggahan akun X resmi OSINT Europe (@Osinteurope), sebuah lembaga think-tank intelijen internasional.

“BREAKING: Pemimpin Tertinggi Emirat Islam Afghanistan, Hibatullah Akhundzada, dilaporkan tewas bersama komandan senior Taliban setelah serangan udara Pakistan menargetkan markas besar mereka di Kabul,” tulis unggahan tersebut.

Sosok Misterius dan Rumor Kematian yang Berulang

Hibatullah Akhundzada dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup (low profile) sejak memimpin Taliban pada 2016.

Ia jarang tampil di depan publik dan lebih banyak berkomunikasi melalui jaringan internal atau arahan tertulis.

Karena kepribadiannya yang misterius, ini bukan pertama kalinya Akhundzada diterpa rumor kematian.

Di masa lalu, berbagai spekulasi mengenai kesehatan dan keselamatannya sering beredar, namun selalu terbukti tidak benar atau tidak dapat diverifikasi secara kredibel.

Eskalasi Konflik Afghanistan dan Pakistan

Kabar kematian ini muncul di tengah pertempuran sengit yang kembali pecah pekan ini. Islamabad dilaporkan membombardir beberapa provinsi di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2) pagi.

Berikut adalah poin-poin situasi terkini di perbatasan:

  • Klaim Pakistan: Pasukan militer mengklaim telah menewaskan 133 petempur Taliban sebagai respons atas serangan Afghanistan pada Kamis (26/2) malam.
  • Respon Taliban: Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membantah adanya korban jiwa dalam serangan terbaru Pakistan.
  • Data Korban: Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan sedikitnya delapan tentara tewas dan 11 lainnya luka-lukanya akibat serangan udara tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, status keberadaan Hibatullah Akhundzada masih menjadi tanda tanya besar. Belum ada konfirmasi soal kematiannya.

Publik menunggu pernyataan resmi dari Emirat Islam Afghanistan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial ini. (MAN)