JAKARTARAYA – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), menyampaikan seruan tegas kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait arah kebijakan luar negeri Indonesia.
Habib Rizieq meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga kedaulatan bangsa, terutama terkait hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026), Habib Rizieq menyoroti pembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden AS Donald Trump.
Ia mendesak Presiden Prabowo untuk segera menarik diri dari keanggotaan forum tersebut, menyusul serangan Amerika dan Israel ke Iran.
BoP Dinilai Haram dan Langgar Kedaulatan
Habib Rizieq menilai keikutsertaan Indonesia dalam BoP tidak dapat dibenarkan dari sisi syariat maupun kedaulatan politik. Ia secara lantang menyebut AS sebagai negara yang terlibat dalam berbagai kejahatan kemanusiaan.
“Segera keluar dari BoP, karena haram bergabung dengan BoP yang dibentuk dan dikomandoi AS yang merupakan negara teroris,” ujar Habib Rizieq.
Ia menambahkan bahwa rekam jejak Amerika Serikat dalam genosida di Gaza, serangan ke Iran, serta keterlibatan perang di Irak dan Afghanistan menjadi alasan utama mengapa Indonesia harus menjaga jarak.
Tolak Pengiriman TNI ke Palestina di Bawah Komando AS
Selain masalah keanggotaan BoP, Habib Rizieq juga menyoroti rencana pengiriman prajurit TNI ke Palestina. Ia menegaskan dukungan terhadap Palestina harus murni, bukan di bawah kendali pihak asing.
Habib Rizieq meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut jika misi TNI berada di bawah komando Amerika Serikat.
Menurutnya, mengirim TNI untuk kepentingan yang bersinggungan dengan agenda AS dan Israel adalah tindakan yang “haram” dan tidak bisa dibenarkan.
Kritik Perjanjian Dagang RI-AS: Jangan Takluk!
Di sektor ekonomi, Habib Rizieq mendesak Presiden Prabowo untuk membatalkan rencana perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang tengah digodok.
Ia menilai kerja sama tersebut berpotensi menjadi bentuk penjajahan baru di bidang ekonomi, hukum, dan politik. “Indonesia yang berdaulat tidak boleh takluk kepada hawa nafsu AS,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah bersikap keras dengan memberikan sanksi berupa pemutusan hubungan tertentu kepada AS dan Israel sebagai respons atas kejahatan perang yang terjadi di Timur Tengah.
Soroti Produk Impor Tidak Halal
Tak hanya isu geopolitik, Habib Rizieq juga mengingatkan pemerintah mengenai perlindungan konsumen Muslim di dalam negeri. Ia meminta pengawasan ketat terhadap masuknya produk impor.
Ia mendesak pemerintah segera menghentikan peredaran makanan, minuman, maupun barang konsumsi lainnya yang dinilai tidak halal.
Menurutnya, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia wajib menjamin bahwa produk yang beredar sesuai dengan syariat Islam tanpa kompromi dengan negara mana pun. (MAN)


Tinggalkan Balasan