JAKARTA RAYA- Anggota DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan (Dapil) 6, Andika meninjau langsung lokasi longsor di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Selasa (10/3/2026). Longsor terjadi di bantaran Kali Ciliwung tepatnya di Kelurahan Gedong, Jakarta Timur.
Dalam peninjauan lokasi longsor tersebut, Andika memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut. Namun, akses jalan warga sempat terputus karena longsoran tanah.
“Alhamdulillah tidak ada warga terdampak langsung atau korban jiwa. Tetapi akses jalan sempat terputus sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu di lokasi kejadian, Selasa (10/3/2026).
Politisi termuda di DPRD DKI dari Fraksi Demokrat itu menjelaskan, potensi longsor di lokasi tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Saat masa reses, sambung dia lagi masyarakat bahkan telah menyampaikan kondisi tanah di bantaran kali yang terus terkikis dan rawan longsor.
Menurut Andika, penanganan sementara memang pernah dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dengan membuat turap darurat. Namun, kewenangan utama penanganan Kali Ciliwung berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR.
“Dari pihak kelurahan sudah dua kali mengirim surat ke BBWSCC untuk pengajuan penurapan permanen. Bahkan sejak 2024 sudah ada kejadian longsor di lokasi yang sama. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.
Andika meminta BBWSCC segera mengambil langkah konkret dengan melakukan penurapan permanen di titik longsor tersebut agar tidak membahayakan warga yang tinggal di sekitar bantaran kali.
Ia menegaskan, meski Dinas SDA dapat melakukan penanganan awal, tanggung jawab utama tetap berada pada BBWSCC sebagai pengelola Kali Ciliwung.
“Dinas SDA bisa melakukan penanggulangan sementara, tapi bukan berarti BBWSCC lepas tangan. Ini kewenangan mereka karena Kali Ciliwung berada di bawah pengelolaan BBWSCC,” tegasnya.
Longsor tersebut diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta beberapa waktu lalu hingga menyebabkan banjir di sejumlah titik. Tingginya debit air membuat tanah di bantaran kali terkikis dan akhirnya longsor.
Andika berharap penanganan permanen segera dilakukan, mengingat warga sudah lama menunggu realisasi pembangunan turap di lokasi tersebut.
“Warga sudah lama berharap ada turap permanen. Selama ini hanya diukur-ukur saja, tapi tidak pernah dikerjakan. Saya minta BBWSCC segera merealisasikan penurapan Kali Ciliwung di Jalan Kesehatan, RW 11, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo,” tandasnya


Tinggalkan Balasan