JAKARTA RAYA, Depok — Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di sejumlah wilayah Depok berubah menjadi duka. Hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam pada hari pertama Lebaran 2026 menyebabkan banjir besar yang merendam permukiman warga di Perumahan Bukit Cengkeh II dan Kampung Areman.

Genangan air bahkan mencapai ketinggian hingga leher orang dewasa di beberapa titik, membuat warga terpaksa bertahan di dalam rumah dan tidak dapat menjalankan tradisi silaturahmi seperti biasanya.

Salah satu warga Kampung Areman, Lina, mengaku banjir terjadi tak lama setelah ia dan keluarga menunaikan salat Idulfitri di Masjid Al Hikmah dan menikmati hidangan Lebaran.

“Hujan deras itu mengakibatkan banjir sampai masuk ke dalam rumah. Di jalanan luar banjir sampai sepaha orang dewasa, sementara di dalam rumah mencapai semata kaki,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, kondisi banjir yang datang secara tiba-tiba pada hari Lebaran membuat warga panik, terutama bagi mereka yang sempat meninggalkan rumah untuk bersilaturahmi.

“Ada tetangga yang sudah pergi Lebaran ke rumah kerabat, pas pulang kaget melihat rumahnya sudah kebanjiran,” katanya.

Hingga Minggu malam (22/3/2026), sejumlah ruas jalan masih tergenang air sepanjang ratusan meter. Warga pun berharap cuaca segera membaik agar banjir tidak kembali terjadi.

“Memang sempat surut karena panas, tapi hujan lagi disertai petir. Semoga tidak banjir lagi,” keluh Rina, warga lainnya.

Kekecewaan juga disampaikan warga terhadap pemerintah daerah. Sulaiman, warga setempat, menilai penanganan banjir di Kota Depok belum menunjukkan hasil nyata.

“Jangankan menyelesaikan banjir, melihat saja tidak. Tidak ada satu pun pejabat yang datang. Tidak ada empati, apalagi solusi di hari Lebaran ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mencatat sebanyak 3.675 rumah terdampak banjir pada hari pertama Lebaran 2026.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Deny Romulo, mengatakan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 14.700 jiwa.

“Banjir hari pertama Lebaran berdampak pada sekitar 3.675 kepala keluarga atau setara dengan 14.700 jiwa,” jelasnya.

Ia merinci, wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, Tapos, dan Pancoran Mas. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga 160 sentimeter.

Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan. Namun warga tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca masih tidak menentu. (ema)