JAKARTA RAYA – Harmoni gamelan yang mengiringi tari Bali dan Jawa memukau ratusan penonton dalam pertunjukan seni bertajuk “Gamelan et Danses de Bali et de Java” di Théâtre Koltès, Université Paris Nanterre. Sebanyak 350 penonton yang terdiri dari akademisi, seniman, pelajar, hingga masyarakat umum di Prancis menikmati sajian budaya Indonesia dengan antusias.

Pertunjukan ini merupakan konser tahunan yang melibatkan berbagai komunitas seni dan program lokakarya kampus di Prancis. Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Asosiasi Pantcha Indra, Atelier Puspawarna, Ateliers Action Culturelle et Artistique, serta Atelier Praktik Musik dan Etnomusikologi di Université Paris Nanterre. Para peserta secara rutin berlatih gamelan setiap minggu sebagai bagian dari program pendidikan sekaligus upaya pelestarian budaya Indonesia di luar negeri.

Rangkaian pertunjukan menghadirkan 55 musisi dari Indonesia dan Prancis serta 10 penari dari Asosiasi Sekar Jagad Indonesia. Para musisi membawakan berbagai komposisi gamelan Bali seperti Tabuh Pat Parianom dan Gonjang Seret, serta komposisi gamelan Jawa seperti Erang-erang, Wahyu, dan Puspawarna. Sementara itu, tarian yang ditampilkan meliputi Sekar Gendot, Tari Baris, hingga Legong Mahawidya.

Keunikan pertunjukan ini terletak pada kolaborasi erat antara musisi Indonesia dan Prancis yang tidak hanya memainkan gamelan, tetapi juga membawakan tembang secara bersama. Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman budaya yang harmonis sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara melalui seni musik dan tari.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini. Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menyampaikan bahwa pertunjukan ini merupakan wujud nyata dari pertukaran budaya yang bermakna.

“Pertunjukan ini bukan sekadar presentasi artistik, melainkan puncak dari proses pembelajaran dan kolaborasi para seniman tari dan gamelan yang mencerminkan pertukaran budaya,” ujarnya.

Wakil Presiden bidang Budaya, Kehidupan Mahasiswa, dan Outreach Université Paris Nanterre, Graça Dos Santos, menegaskan pentingnya menjaga dan memanfaatkan warisan budaya untuk generasi mendatang. Ia juga menyoroti hubungan erat antara kampus dan KBRI Paris dalam mempromosikan budaya Indonesia, khususnya melalui pengajaran gamelan.

Sementara itu, seniman wayang dan gamelan asal Prancis sekaligus pendiri Asosiasi Pantcha Indra, Christophe Moure, menyatakan bahwa gamelan merupakan media dialog budaya yang kuat karena dimainkan secara kolektif.

“Melalui latihan dan pertunjukan bersama, para peserta tidak hanya mempelajari teknik musik, tetapi juga memahami nilai budaya Indonesia secara lebih mendalam,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat Prancis terhadap gamelan dan tari tradisional Indonesia menunjukkan kuatnya daya tarik budaya Indonesia di kancah internasional. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris menegaskan komitmennya untuk terus mendukung diplomasi budaya sebagai jembatan persahabatan antara Indonesia dan Prancis.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat peran seni budaya sebagai sarana diplomasi internasional, sekaligus memperluas apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia di kalangan masyarakat dan komunitas akademik global. (rw)