JAKARTA RAYA- Di zaman Batavia era kolonial Belanda, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan sarana syiar agama Islam. Namun disaat itu, masjid juga sebagai sarana perjuangan khususnya melawan kolonialisme Belanda.

Salah satunya Masjid Jami’ Muyassarin yang berada di Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Masjid yang berdiri sejak tahun 1779 dan didirikan oleh guru Mukmi ini juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya para jawara yang menyusun strategi guna melawan pasukan penjajah Belanda.

Letak masjid yang tak jauh dari lokasi tahanan Belanda yang sekarang Pasar Kebayoran Lama, menjadikan lokasi masjid sangat strategis bagi para Jawara.

Di sekitaran masjid juga digunakan para jawara untuk tempat berlatih bela diri silat Beksi yang menjadi ciri khas silat Betawi. Mereka juga mengajarkannya kepada para penduduk dan pemuda sekitar. Keahlian bela diri Beksi inilah yang digunakan untuk melawan tentara penjajah.

Selain keunikan histori, Masjid Jami’ Muyassirin juga memiliki keunikan fisik, seperti yang terdapat di ujung menaranya. Kalau masjid umumnya terdapat lambang bulan sabit, tapi di masjid ini memiliki lambang busur panah yang menghadap ke kiblat.

Lambang busur panah ini mulai ada sejak tahun 1960, mengacu pada hadist sunnah Rasulullah SAW yang menggunakan panah sebagai senjata zaman dahulu. Demikian lambang ini juga selaras dengan latar historis masjid ini yang sejak zaman kolonial Belanda digunakan sebagai titik kumpul para jawara.

Menurut Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’ Muyassarin H. Ibnu Mas’ud, masjid ini sendiri sudah beberapa kali dilakukan renovasi, seperti tahun 1948, 1960 dan terakhir renovasi total pada tahun 1995.

Meski zaman terus berkembang, namun nilai – nilai historis dari masjid ini masih terus dipertahankan. Salah satunya sebagai tempat pelatihan seni bela diri silat Beksi Kong Noor.

“Jadwal latihan kita setiap malam Sabtu, ini terus kita lakukan untuk mengingatkan bahwa masjid ini dahulunya tempatnya para jawara ahli bela diri silat Beksi,”ujar H. Ibnu Mas’ud.

Selain itu, masjid ini juga ramai dengan berbagai aktifitas keagamaan seperti Majelis Ta’lim, terlebih pada peringatan hari – hari besar Islam masjid ini selalu dipenuhi oleh para jema’ah yang datang dari berbagai pelosok.