JAKARTA RAYA, Swiss – Denting gamelan Bali kembali menggema di Kota Basel, Swiss, Minggu (7/6/2026), menghadirkan nuansa khas Pulau Dewata di tengah hangatnya musim panas Eropa. Alunan Gender Wayang, Gong Kebyar, dan Tingklik mengiringi perhelatan Gamelan Community Gathering (GCG) 2026, yang menjadi ajang pertemuan para pegiat seni dan budaya dari berbagai negara.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, kegiatan yang digelar melalui kolaborasi KBRI Bern dan Musik Akademie Basel ini menghadirkan puluhan anggota Gamelan Saraswara yang berasal dari berbagai negara dan kelompok usia. Mereka menampilkan permainan gamelan Bali yang memukau sekaligus mengiringi pertunjukan tari Bali yang dibawakan oleh Inten, Amandine, dan Vivi.

Bertempat di taman Sommercasino Basel, acara berlangsung meriah dan berhasil menjadi ruang perjumpaan budaya antara seniman dari Swiss, Italia, Jerman, Inggris, dan Indonesia dengan masyarakat lokal. Pengunjung dari berbagai kota di Swiss tampak antusias menyaksikan penampilan para pemain gamelan dan penari, yang sebagian besar merupakan warga asing, termasuk anak-anak yang telah menguasai seni tradisional Indonesia tersebut.

Selain pertunjukan seni, GCG 2026 juga menghadirkan berbagai workshop interaktif yang terbuka bagi seluruh pengunjung. Workshop Tari Kecak dan Gamelan yang dipandu langsung oleh para seniman dan pengajar berpengalaman memungkinkan peserta merasakan pengalaman memainkan gamelan sekaligus mempelajari gerakan dasar Tari Kecak Bali.

Kemeriahan acara semakin terasa melalui penampilan kelompok gamelan anak-anak dan para pelajar dari Musik Akademie Basel. Penampilan tersebut menjadi bukti keberhasilan proses pembelajaran seni budaya Bali di Swiss, sekaligus menunjukkan bahwa gamelan Indonesia telah berkembang dan diwariskan secara lintas generasi di negara tersebut.

Pengunjung juga berkesempatan menikmati beragam hidangan khas Bali yang disajikan selama kegiatan berlangsung. Sajian kuliner tersebut melengkapi pengalaman budaya yang ditawarkan sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia kepada masyarakat internasional.

Memasuki malam hari, acara dilanjutkan dengan sesi Artist Talk yang menghadirkan Dieter Mack, Septian Dwi Cahyo, dan Krishna Putra Sutedja, serta dimoderatori oleh seniman asal Italia, Ivan Liuzzo, yang juga mendalami seni gamelan Bali. Diskusi membahas perkembangan gamelan kontemporer, pertukaran budaya Indonesia–Swiss, hingga peran seni tradisional dalam membangun dialog lintas budaya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan konser kolaboratif antara musisi Indonesia dan Swiss yang memadukan unsur tradisi, kreativitas, dan inovasi. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari para penonton.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, mengapresiasi konsistensi Gamelan Saraswara dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Keberadaan komunitas gamelan dan kelompok seni budaya Indonesia di Swiss telah menjadi mitra penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia serta mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Swiss,” ujar Ngurah Swajaya.

Menurutnya, komunitas seni seperti Gamelan Saraswara memiliki peran strategis dalam membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara melalui pendekatan budaya.

Kesuksesan penyelenggaraan Gamelan Community Gathering 2026 juga menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat Swiss terhadap seni gamelan Indonesia. Saat ini, gamelan Bali tidak hanya berkembang melalui komunitas seni, tetapi juga telah menjadi bagian dari kurikulum sejumlah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Swiss.

Gamelan Saraswara diketahui berafiliasi dengan University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland (FHNW), sementara pendidikan musik gamelan juga diajarkan di Haute École de Musique de Genève (HEM Genève).

Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Bern, Dahlia Kusuma Dewi, menyampaikan kebanggaannya atas semakin luasnya penerimaan budaya Indonesia di luar negeri.

“Merupakan suatu kebanggaan ketika budaya Indonesia mendapat apresiasi di luar negeri. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan bahkan dapat dikembangkan lagi di masa mendatang,” katanya.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, KBRI Bern menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif budaya yang memperkuat hubungan Indonesia dan Swiss. Gamelan Community Gathering menjadi bagian dari strategi soft power diplomacy Indonesia yang tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang mempererat persahabatan dan memperluas pemahaman budaya melalui bahasa universal musik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Swiss pada 2026, yang menegaskan eratnya hubungan antarmasyarakat serta komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama berkelanjutan di berbagai bidang. (rw)