JAKARTA RAYA – Aktris Elma Theana resmi menjalani debut sebagai produser film melalui Anak-Anak Bambu, karya perdana rumah produksinya, Theana Pictures. Film ini terinspirasi dari kisah nyata anak-anak yatim di Rumah Bambu yang selama bertahun-tahun didampinginya.
Elma mengungkapkan, gagasan memproduksi film tersebut lahir dari pengalamannya mengelola komunitas Sisters Sholehah yang telah lebih dari 15 tahun aktif mendampingi anak-anak yatim. Menurutnya, film ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan dukungan yang berkelanjutan bagi mereka.
“Ini adalah film pertama saya yang memang terinspirasi dari kisah-kisah nyata di Rumah Bambu,” ujar Elma saat menghadiri press conference dan press screening Anak-Anak Bambu di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
“Film ini dibentuk dari komunitas saya, Sisters Sholehah. Sudah 15 tahun saya mengurus anak yatim. Saya membuat PH ini agar bisa menjadi dapurnya anak-anak yatim,” lanjutnya.
Pemeran Fairuz A. Rafiq yang turut membintangi film tersebut mengatakan kepedulian Elma terhadap anak-anak yatim bukanlah hal baru. Menurutnya, film ini lahir dari kepedulian yang telah lama ditunjukkan Elma melalui berbagai kegiatan sosial.
“Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Kak Elma membuat film ini karena begitu mencintai anak yatim. Kak Elma sering sekali mendukung mereka hingga akhirnya lahirlah film ini,” ujar Fairuz.
Elma menegaskan setiap film yang diproduksi Theana Pictures akan membawa pesan positif dan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Baginya, karya perfilman tidak semata-mata dibuat untuk mengejar keuntungan.
“Saya ingin setiap produksi Theana Pictures memiliki nilai-nilai kebaikan. Kalaupun komedi, tetap harus ada pesan yang bisa disampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.
“Saya bukan karena cuan. Yang penting apa yang bisa kita sampaikan lewat film. Kalau ada nilai kebaikan, itu menjadi pahala juga buat saya,” tambahnya.
Meski demikian, Elma mengakui proses menjadi produser merupakan tantangan besar. Ia bahkan sempat mengalami tekanan selama mengawal seluruh proses produksi film.
“Jujur, saya stres jadi produser. Saya sampai sempat mengaca dan bertanya, ‘Kenapa ya muka saya jadi galak begini?’ Ternyata temperamen saya berubah karena stres mengurus produksi film,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia mengaku bangga karena Anak-Anak Bambu membawa misi sosial yang ingin menggugah kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim.
“Tujuan kami ingin mengetuk hati penonton agar tidak menjadikan anak yatim sebagai komoditas musiman saja,” tegasnya.
Anak-Anak Bambu mengisahkan kehidupan para penghuni Rumah Anak-Anak Bambu, sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal anak-anak yatim. Kehidupan mereka berubah ketika rumah tersebut terancam hilang akibat berbagai kepentingan yang mengincar lahan tempat mereka tinggal.
Melalui konflik tersebut, film ini mengajak penonton merenungkan makna keluarga, penerimaan, kasih sayang, dan arti sebuah rumah bagi mereka yang tidak memiliki hubungan darah, tetapi tumbuh bersama dalam kebersamaan.
“Film ini bukan hanya tentang sebuah rumah atau panti asuhan. Ini adalah cerita tentang manusia yang ingin diterima, dicintai, dan memiliki tempat untuk pulang. Kami berharap pesan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh penonton Indonesia,” kata Elma.
Sutradara Dyan Sunu Prastowo mengatakan film ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman menonton yang hangat sekaligus menyampaikan filosofi bambu sebagai simbol ketangguhan, kebersamaan, dan saling menopang.
“Film ini ingin menunjukkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, harapan, dan masa depan. Filosofi bambu menjadi simbol bagaimana kita saling menopang dan tetap kuat menghadapi ujian hidup,” ujarnya.
Selain menghadirkan film di layar lebar, Theana Pictures juga akan menggelar kegiatan sosial di 10 kota dengan mengajak anak-anak yatim menonton bersama di bioskop.
“Kami ingin film ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi perhatian, kasih sayang, dan harapan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Elma.
Film hasil kolaborasi Theana Pictures, PT Armada Bumi Investama, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini dibintangi Ayushita, Irgi Fahrezi, Fairuz A. Rafiq, Sonny Septian, Muhammad Adhiyat, Abah Jatnika, Indra Birowo, Maya Wulan, Renzy Milano, Nadhira, dan King Faaz.
Anak-Anak Bambu dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Film ini diharapkan menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak yatim dan pentingnya membangun lingkungan yang penuh kasih sayang. (Hab)


Tinggalkan Balasan