JAKARTA RAYA — Di tengah semakin terbatasnya ruang publik di kawasan padat penduduk Jakarta, sebuah inisiatif warga mulai menghadirkan solusi dari tingkat lingkungan.
Prakarsa Warga bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, BUMD PAM JAYA, dan berbagai unsur masyarakat, Sabtu (15/8), melakukan groundbreaking pembangunan Balai Warga Cilangkap di Jalan Assyafi’iyah RT 005/RW 03, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Pembangunan ini menarik perhatian karena tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan baru, tetapi juga menerjemahkan gagasan tentang Balai Warga sebagai ruang bersama yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam pembangunan fisiknya, PAM JAYA menjadi pendukung utama terwujudnya Balai Warga Cilangkap, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar.
Balai Warga merupakan salah satu janji kampanye Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno untuk menghadirkan ruang aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan ruang publik.
Dalam visi tersebut, Balai Warga diharapkan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan warga, mulai dari musyawarah, kegiatan sosial, pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan kepemudaan dan keumatan, hingga kegiatan keluarga seperti pesta pernikahan dan sunatan.
Groundbreaking Balai Warga Cilangkap dilakukan oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi Prakarsa Warga dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Dinas Sosial Provinsi Jakarta, PAM JAYA, serta berbagai unsur masyarakat.
Prakarsa Warga merupakan perkumpulan relawan dan organisasi kemasyarakatan yang sejak awal dibentuk untuk mengawal kepemimpinan serta realisasi janji kampanye Pramono Anung dan Rano Karno.
Inisiatif Balai Warga menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi kerja bersama di tengah masyarakat.
Sebelumnya, sejak Mei 2025, Prakarsa Warga telah menginisiasi dan mengembangkan Balai Warga Ciganjur, Jakarta Selatan.
Berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan, dan aktivitas komunitas tumbuh di ruang tersebut.
Pengalaman di Ciganjur menjadi pembelajaran bahwa ruang komunitas yang dibangun melalui semangat gotong royong dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Presidium Prakarsa Warga, Lukman Hakim Piliang, mengatakan pembangunan kota akan lebih bermakna ketika dilakukan melalui kolaborasi antara warga, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Balai warga bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh bagi partisipasi, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat.
Dukungan PAM JAYA dalam pembangunan fasilitas ini menunjukkan bahwa BUMD juga dapat mengambil peran nyata dalam menghadirkan ruang publik yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Lukman.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi penting karena kebutuhan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
Ketika pemerintah memberikan dukungan kebijakan, warga mengambil inisiatif, dan dunia usaha maupun BUMD seperti PAM JAYA ikut menopang pembangunan, sebuah fasilitas publik dapat lahir dari semangat gotong royong.
Acara groundbreaking turut dihadiri Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan, M.AP., MM., jajaran Dinas Sosial Provinsi Jakarta, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, tokoh masyarakat, warga Kelurahan Cilangkap, serta Presidium Prakarsa Warga.
Bagi Prakarsa Warga, pembangunan ini bukanlah tujuan akhir. Balai Warga justru diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya lebih banyak kegiatan, partisipasi, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.(hab)


Tinggalkan Balasan