JAKARTA RAYA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan kemanusiaan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pengungsi selama masa tanggap darurat.
BNI menyalurkan bantuan melalui program BNI Berbagi sekaligus memastikan layanan perbankan tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan masyarakat sehingga bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat. Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Pada tahap awal, BNI menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok, antara lain air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, serta peralatan dapur.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng untuk mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak dan para pengungsi.
BNI memastikan bantuan akan terus diberikan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan prioritas masyarakat.
“Penyaluran ini merupakan bantuan tahap awal BNI. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat,” kata Okki.
Menurut Okki, bantuan kemanusiaan akan dilanjutkan secara bertahap selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
“Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan. BNI akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan,” ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi keluarga besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam membantu penanganan dampak bencana secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Di tengah penyaluran bantuan, BNI juga memastikan operasional perbankan di wilayah terdampak tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan pegawai dan nasabah.
Dari 25 outlet BNI di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet tetap beroperasi. Satu outlet, yakni KCP Borong, sementara tidak beroperasi karena mengalami keretakan pada bangunan sehingga membutuhkan perbaikan.
Sementara itu, dari total 67 mesin ATM di wilayah tersebut, sebanyak 65 mesin masih beroperasi. Dua ATM yang berada di KCP Borong untuk sementara tidak digunakan.
Untuk menjaga keberlangsungan layanan, BNI menyiapkan O-Branch atau layanan perbankan bergerak bagi nasabah KCP Borong selama proses perbaikan bangunan.
Nasabah juga dapat mengakses layanan melalui kantor BNI lainnya maupun kanal elektronik dan digital.
“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” jelas Okki.
KCP Borong akan kembali beroperasi setelah kondisi bangunan dinyatakan aman dan layak digunakan.
BNI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dan dukungan yang diberikan dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana. Kami berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” pungkas Okki. (Hab)


Tinggalkan Balasan