JAKARTA RAYA— Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., menyerahkan Surat Keputusan Pendirian Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren kepada Universitas Darunnajah, Selasa (18/8/2026), di kampus universitas tersebut, Jakarta.

Dalam sambutannya, Wamenag menyatakan bahwa tantangan terbesar dunia pesantren di Indonesia saat ini adalah kualitas diri lembaga yang harus adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, daya tahan pesantren pada akhirnya ditentukan oleh kesanggupan lembaga membaca dan menjawab tuntutan zamannya sendiri.

Penyerahan SK dirangkai dengan Seminar Nasional dan Grand Launching bertema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045”. Program ini merupakan program doktor pertama sepanjang sejarah Universitas Darunnajah, yang berdiri pada 2022 di bawah naungan Pondok Pesantren Darunnajah.

Presiden Universitas Darunnajah yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.BA., menyatakan program tersebut disiapkan sebagai jawaban atas persoalan itu. Ia menyebut program doktor ini berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai ilmu yang selama ini menjadi fondasi pengelolaan pesantren.
“Dengan ilmu apa sebenarnya pesantren selama ini dikelola?” ujarnya.

Menurut Kiai Hadiyanto, pesantren telah terbukti bertahan lintas generasi tanpa bergantung pada anggaran negara maupun konsultan manajemen modern. Namun pengetahuan mengenai cara pengelolaannya lebih banyak tersimpan dalam praktik dan pengalaman para kiai, sehingga ketika seorang kiai wafat, sebagian pengetahuan kepemimpinannya kerap ikut hilang.

Ia menegaskan, pembaruan manajemen tidak berarti mengubah jati diri pesantren. Nilai-nilai pokok atau tsawabit seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kepatuhan kepada guru tetap menjadi pondasi, sementara yang berkembang adalah instrumen dan tata kelolanya.

Program doktor ini diarahkan untuk menjawab persoalan nyata pesantren, antara lain keberlanjutan kepemimpinan dan suksesi, pengelolaan wakaf produktif, keberlanjutan pembiayaan, serta pengembangan kelembagaan. Kehadirannya melengkapi jenjang sarjana dan magister Manajemen Pendidikan Islam yang lebih dulu berjalan di kampus tersebut.

Acara turut dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Dewan Nazhir Wakaf Darunnajah, para pimpinan pesantren dari berbagai daerah, akademisi, serta civitas akademika Universitas Darunnajah.(hab)