JAKARTA RAYA-Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, KH. Muhammad Fatwa, M.Pd. menegaskan komitmen lembaganya dalam menerapkan sistem pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai keagamaan, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan.
Pernyataan ini disampaikan menyusul keberhasilan 5 alumni santri Pondok Pesantren Darul Amanah yang resmi dilantik dan bergabung sebagai alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.
“Keberhasilan lima alumni kami yang berhasil melintasi program penggemblengan wawasan kebangsaan di Lemhannas ini merupakan bukti konkret bahwa pendidikan pesantren tidak semata-mata berfokus pada pendalaman ilmu agama, melainkan juga mampu melahirkan kader kepemimpinan nasional yang responsif terhadap ketahanan negara,” tegas KH. Muhammad Fatwa di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Kiai Fatwa, masuknya para santri ke lembaga pengkaderan kepemimpinan tingkat nasional seperti Lemhannas merupakan wujud nyata dari pembentukan karakter berkelanjutan. Proses pembinaan di Darul Amanah dirancang agar memberikan dampak positif yang terus membimbing santri, baik selama menimba ilmu di lingkungan pesantren maupun saat mengabdi di tengah masyarakat.
“Santri hari ini harus hadir di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Bergabungnya lima alumni Darul Amanah dalam keluarga besar alumni Lemhannas membuktikan bahwa pelatihan di Lemhannas adalah bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan pendidikan holistik—yang memadukan olah pikir, olah rasa, olah jiwa, dan wawasan kebangsaan—baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren,” ujar Kiai Fatwa.
Lebih lanjut, Kiai Fatwa menjelaskan bahwa integrasi antara nilai-nilai keislaman yang moderat dan pembekalan wawasan ketahanan nasional dari Lemhannas sangat krusial bagi masa depan generasi muda.
“Pelatihan di Lemhannas menjadi kelanjutan alamiah dari tradisi kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan pesantren, sehingga sinergi ini melahirkan alumni yang siap menjadi benteng pertahanan moral sekaligus pilar kebangsaan Indonesia,” pungkas Kiai Fatwa.
Yang juga sebagai Rektor STAIDA Darul Amanah Kendal, Kiai Fatwa menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Amanah akan terus mendorong santri dan alumninya untuk aktif berkiprah serta mengambil peran strategis di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan identitas keislaman dan kepesantrenannya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily dalam gelaran pendidikan pesantren seperti yang telah diterapkan oleh Pesantren Darul Amanah merupakan modal utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di tengah dinamika geopolitik dan pesatnya kemajuan teknologi.
“Saya apresiasi Pesantren Darul Amanah telah mengirimkan 5 kader pesantren untuk mengikuti pendidikan Lemhanas diantaranya Hasan, Saib, Rosi, Mansyur dan Mustain,” ungkap Ace.
“Pesantren telah melakukan transformasi tanpa kehilangan akar dasarnya sebagai pembentuk karakter, terutama karakter kebangsaan dan spiritualitas. Kita harapkan pengalaman pesantren dapat menjadi role model bagi pendidikan holistik di seluruh dunia dalam mendorong perdamaian, etika, dan moral keagamaan,” ungkap Ace Hasan Syadzily.(hab)


Tinggalkan Balasan